Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Tiga Indeks Syariah Berfluktuasi Hari Ini. (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah kompak bergerak melemah pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 18 Oktober 2018. Minimnya sentimen di lantai bursa dan kekhawatiran akan pertemuan The Fed membuat investor menahan diri masuk pasar.
Saham-saham di sektor infrastruktur menggerus kinerja indeks perdagangan saham termasuk tiga indeks acuan saham syariah.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan koreksi 0,783 poin (0,45%) ke level 173,901. ISSI bergerak fluktuatif setelah sempat dibuka di level 174,293. ISSI menyentuh level tertinggi di 174,484 dan terendah 172,915.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut bergerak melemah 7,632 poin (1,13%) ke level 644,360. Sementara indeks JII70 turun 1,288 poin (0,59%) ke level 213,881.
Untuk sementara laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk kembali menyentuh level 6000 kembali tertahan. IHSG kali ini merosot 23,278 poin (0,39 %) ke level 5.845,242.
Minimnya perdagangan saham syariah terlihat dari aksi jual beli yang cenderung berkurang. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, ISSI mencatat transaksi senilai Rp2,44 triliun dengan 31,09 miliar saham yang berpindah tangan.
Pemodal asing juga masih menahan diri masuk pasar. Total nilai transaksi asing mencapai Rp1,34 triliun dengan nett sell Rp698 miliar.
Investor lebih suka bermain saham di sektor pertanian yang membuat indeksnya melesat 3,58 persen. Penguatan saham ini juga diikuti oleh industri dasar sebesar 0,84 persen, manufaktur 0,21 persen, barang konsumsi 0,01 persen.
Namun, penguatan indeks-indeks itu belum cukup menopang kinerja perdagangan. Saham infrastruktur tergerus 2,52 persen, pertambangan 0,89 persen, dan keuangan 0,48 persen.
Dari pasar uang, nilai tukar dollar menguat 57 poin (0,37%) ke level Rp15.197 per dolar AS pada pukul 16.06.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam