Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Lemas, Asing Tarik Dana Rp 1,9 Triliun

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 15 Agustus 2014 16:27
Indeks Syariah Lemas, Asing Tarik Dana Rp 1,9 Triliun
Pemodal asing menutup perdagangan jelan akhir pekan dengan menarik dananya di pasar modal sebesar Rp 1,9 triliun

Dream - Menutup perdagangan jelang akhir pekan, bursa saham Indonesia kembali terpeleset ke zona merah. Minimnya sentimen serta koreksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memaksa indeks saham bergerak melemah.

Investor lokal makin khawatir masuk ke pasar modal setelah melihat aksi pemodal asing yang justru melepas saham. Asing bahkan membawa keluar dananya hingga Rp 1,92 triliun.

Pelemahan indeks bursa saham domestik ini berbanding terbalik dengan pasar modal regional yang umumnya melaju di zona hijau. Bursa saham China bahkan menguat signifikan ditengah munculnya spekulasi pemangkasan bunga.

Pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 15 Agustus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemas 6,58 poin (0,13 persen) ke level 5.148,96. Indeks sektor saham di bidang pertambangan, industri dasar, dan perdagangan masih bisa bergerak menguat di tengah pelemahan ini.

Transaksi perdagangan saham jelang libur akhir pekan ini tercatat mencapai 55,78 miliar saham dengan nilai Rp 7,4 triliun.

Minimnya sentimen yang diperoleh pemodal juga membuat bursa saham syariah di BEI ikut bergerak melemah. Padahal Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) sempat menyentuh zona hijau.

Indeks ISSI sore ini ditutup melemah 0,35 poin (0,21 persen) ke level 169,88. Menguat harga saham dari 103 emiten syariah tak mampu menutup ISSI di zona hijau.

Sepanjang hari ini, 43,17 miliar saham syariah telah diperdagangkan pelaku pasar. Nilai transaksi yang tercipta mencapai Rp 6,38 triliun.

Pada pembukaan perdagangan saham, indeks ISSI memang telah kekurangan amunisi untuk menguat. ISSI dibuka melemah ke level 170,21 dan sempat menyentuh level terenda 169,83. Indeks ISSI sempat melambung ke posisi tertinggi di zona hijau ke level 170,46.

Kondisi yang sama dialami indeks saham bluechips syariah, JII, yang ditutup melemah 2,37 poin (0,34%) ke level 701,43. Indeks JII sebetulnya diramaikan oleh naiknya harga saham dari 14 emiten namun ditahan oleh pelemahan harga 13 emiten lainnya.

Dari pasar keuangan, dolar AS memang tengah menunjukan keperkasaan terhadap mata uang dunia. Kurs rupiah pun ikut terkulai lemas dengan melemah 11 poin (0,09%) menjadi 11.672 per dolar AS.

Pada perdagangan jelang akhir pekan ini, saham-saham bluechips syariah yang menghuni daftar pencetak untung tertinggi (top gainer) adalah ITMG yang menguat Rp 475, SILO Rp 200, AKRA Rp 130, MNCN Rp 105, dan INTP Rp 50 per saham. (Ism)

Beri Komentar