Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://www.merdeka.com)
Dream - Menutup perdagangan jelang akhir pekan, bursa saham Indonesia kembali terpeleset ke zona merah. Minimnya sentimen serta koreksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memaksa indeks saham bergerak melemah.
Investor lokal makin khawatir masuk ke pasar modal setelah melihat aksi pemodal asing yang justru melepas saham. Asing bahkan membawa keluar dananya hingga Rp 1,92 triliun.
Pelemahan indeks bursa saham domestik ini berbanding terbalik dengan pasar modal regional yang umumnya melaju di zona hijau. Bursa saham China bahkan menguat signifikan ditengah munculnya spekulasi pemangkasan bunga.
Pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 15 Agustus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemas 6,58 poin (0,13 persen) ke level 5.148,96. Indeks sektor saham di bidang pertambangan, industri dasar, dan perdagangan masih bisa bergerak menguat di tengah pelemahan ini.
Transaksi perdagangan saham jelang libur akhir pekan ini tercatat mencapai 55,78 miliar saham dengan nilai Rp 7,4 triliun.
Minimnya sentimen yang diperoleh pemodal juga membuat bursa saham syariah di BEI ikut bergerak melemah. Padahal Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) sempat menyentuh zona hijau.
Indeks ISSI sore ini ditutup melemah 0,35 poin (0,21 persen) ke level 169,88. Menguat harga saham dari 103 emiten syariah tak mampu menutup ISSI di zona hijau.
Sepanjang hari ini, 43,17 miliar saham syariah telah diperdagangkan pelaku pasar. Nilai transaksi yang tercipta mencapai Rp 6,38 triliun.
Pada pembukaan perdagangan saham, indeks ISSI memang telah kekurangan amunisi untuk menguat. ISSI dibuka melemah ke level 170,21 dan sempat menyentuh level terenda 169,83. Indeks ISSI sempat melambung ke posisi tertinggi di zona hijau ke level 170,46.
Kondisi yang sama dialami indeks saham bluechips syariah, JII, yang ditutup melemah 2,37 poin (0,34%) ke level 701,43. Indeks JII sebetulnya diramaikan oleh naiknya harga saham dari 14 emiten namun ditahan oleh pelemahan harga 13 emiten lainnya.
Dari pasar keuangan, dolar AS memang tengah menunjukan keperkasaan terhadap mata uang dunia. Kurs rupiah pun ikut terkulai lemas dengan melemah 11 poin (0,09%) menjadi 11.672 per dolar AS.
Pada perdagangan jelang akhir pekan ini, saham-saham bluechips syariah yang menghuni daftar pencetak untung tertinggi (top gainer) adalah ITMG yang menguat Rp 475, SILO Rp 200, AKRA Rp 130, MNCN Rp 105, dan INTP Rp 50 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya