Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Indeks acuan saham syariah kembali mendekam di teritori negatif. Aksi jual pemodal asing membuat bursa saham Indonesia tak sanggup keluar dari zona merah.
Pelaku pasar akhirnya mendapatkan kepastian suku bunga acuan. Bank Indonesia memutuskan BI Rate tetap berada di level 7,5 persen.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 14 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 1,377 poin (0,80%) ke level 170,971.
ISSI terseret turunnya harga saham dari 144 emiten syariah. Pelaku pasar tercatat hanya mampu mengangkat 42 emiten syariah ke zona hijau dan 52 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham relatif berjalan normal dengan membukukan nilai Rp 3,10 triliun dengan 25,19 miliar saham beralihtangan.
Adanya aksi beli jelang penutupan perdagangan saham tak sanggup mengungkit ISSI ke zona merah. ISSI hanya mampu menyentuh level tertinggi 172,304 dan terendah di 170,380.
Terpuruknya harga saham juga melanda emiten-emiten bluechips syariah. Sebanyak 22 emiten keping biru syariah masih melorot di zona negatif.
Menguatnya harga saham dari 5 emiten unggulan syariah tak sanggup mengangkat Jakarta Islamic Index (JII) yang ditutup melemah 6,319 poin (0,88%) ke level 711,108.
Sepanjang perdagangan saham, JII sama sekali tak bisa menyentuh level positif. Indeks JII hanya sanggup mencetak posisi tertinggi di 717,307 dan sempat terjun ke level 707,550.
Pelaku pasar aktif memperjualbelikan 7,25 miliar saham bernilai Rp 1,98 triliun.
Laju lebih baik dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Adanya aksi beli sempat mengangkat IHSG menyentuh zona positif.
IHSG sore ini ditutup melemah 28,302 poin (0,52%) ke level 5.419,107. IHSG sempat menembus zona positif dengan level tertinggi di 5.448,448.
Lantai bursa sepanjang hari ini diguyur dana investor hingga Rp 5,50 triliun dengan 51,94 miliar saham yang beralihtangan.
Investor asing tampaknya belum berniat mengerem aksi jualnya. Asing membukukan nett sell sekitar Rp 502 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya