Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia belum keluar dari tekanan. Sentimen pelemahan regional ditengah aksi tunggu investor jelang pengumuman BI Rate ikut memperberat laju indeks saham.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 14 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah tipis 0,065 poin (0,04%) ke level 172,283.
Koreksi ISSI ini dipicu melemahnya 13 emiten syariah yang masih tertekan aksi jual. ISSI belum sanggup menguat dengan hanya bermodal 9 emiten syariah yang bergerak menguat.
Di awal perdagangan, pelaku pasar sudah mentransaksikan 58,43 juta saham bernilai Rp 19,91 miliar.
Langkah ISSI kembali melemah di sesi pembukaan dengan mencetak koreksi 0,087 poin (0,05%) ke level 172,261.
Belum adanya kabar positif juga berhembus dari jajaran saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) membuka sesi pemanasan dengan melemah tipis 0,322 poin (0,04%) ke level 717,105
Indeks JII juga belum bisa berbicara banyak di sesi pembukaan. JII melemah 0,394 poin (0,05%) ke level 717,033
Secara umum, bursa saham Indonesia pagi ini memang belum bisa keluar dari tekanan. Terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih turun tipis 8,880 poin (0,16%) ke level 5.438,529
IHSG kembali melemah 8,400 poin (0,15%) ke level 5.439,009 di sesi pembukaan.
Sebanyak 21 penghuni BEI memulai perdagangan di zona merah. Sementara 11 lainnya sudah mulai beranjak menguat.
Lantai bursa pagi ini sudah aktif memperdagangkan 68,75 juta saham bernilai Rp 32,30 miliar. Investor asing tampaknya masih bersabar menunggu data ekonomi terbaru dari pemerintah. Buktinya, asing kembali membukukan nett sell Rp 9,3 miliar.
Dari kawasan regional, indeks saham utama bergerak variatif. Indeks Hang Seng dan Nikkei dibuka melemah dan kini terkoreksi 0.01 persen dan 0,54 persen.
Sementara indeks Strait Times dan Kospi Korea Selatan menguat 0,10 persen dan 0,38 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya