Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (merdeka.com)
Dream - Perbankan Islam dengan struktur saat ini diyakini bisa meraih sukses. Namun pelaku bisnis syariah ini harus mulai berpikir membiayai proyek infrastruktur.
Perubahan dibutuhkan mengingat perbankan syariah harus bersaing ketat dengan bisnis konvensional yang telah berkembang lebih dahulu.
" Tak ada yang harus diubah banyak. Namun bank Islami harus benar-benar inovatif. Mereka harus mengubah persepsinya," kata Presiden Eksekutif Bank Sentral Oman, (CBO), Hamood al Zadjali seperti dikutip laman Zawya, Senin, 13 April 2015.
Menurut Hamood, bank syariah saat ini memang tengah berjuang untuk melanggengkan bisnisnya di sektor rill. Pembiayaan proyek infrastruktur yang selama ini dikendalikan bank konvensional harus menjadi incaran.
" Saat ini, saya kkhawatir bank Islami belum terlalu aktif di sektor riil. Mereka harus berkonsentrasi membiayai sejumlah proyek," katanya.
Bank syariah diimbaunya harus sudah mulai menghimpun investor, menyimpan dana dan menginvestasikan di proyek sektor riil. " Jadi investor dan bank bisa memperoleh untung besar," katanya.
Mantan direktur eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF), Abbas Mirakhor mengakui, konfigurasi industri keuangan syariah saat ini memang belum membuatnya bisa bersaing dengan keuangan konvensional.
" Hal pertama dan tantangan terbesar adalah fakta bahwa tak samanya arena bermain keuangan syariah dan konvensional," katanya.
Sebagai contoh, kebijakan fiskal dan moneter dunia saat ini masih berbasis pada suku bunga. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan prinsip keuangan syariah. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya