Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Pelaku pasar mulai pasang posisi jelang pengumuman BI Rate dan neraca perdagangan terbaru. Alhasil, sebagian besar indeks saham acuan kompak bergerak di zona negatif.
Sesuai jadwal Bank Indonesia akan mengumumkan BI rate pada 14 April 2015. Disusul kemudian pengumuman neraca perdagangan Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada keesokan harinya.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 13 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) bergerak melemah 0,458 poin ke level 173,056.
Hingga 11 menit waktu perdagangan, ISSI masih belum bisa keluar dari zona merah. ISSi kembali terkoreksi 0,682 poin (0,39%) ke level 172,832.
Sebanyak 54 emiten syariah memulai awal pekan dengan bergerak melemah. Sementara 37 lainnya masih dilanda aksi beli investor dan 44 emiten melaju stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah terbilang sepi karena hanya bisa menghimpun dana Rp 196 miliar dari 2,53 miliar saham yang beralihatangan.
Dominasi pelemahan terlihat jelas pada pergerakan indeks saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) memulai perdagangan dengan melemah 2,88 poin ke level 719,195.
Tekanan masih terlihat hingga 12 menit waktu perdagangan. JII kembali terkoreksi 3,575 poin (0,50%) ke level 718,500.
Lebih dari dua pertiga atau 21 emiten unggulan syariah dilanda aksi jual. Hanya 6 emiten yang berhasil menguat dan 3 lainnya stagnan.
Aksi wait and see pelaku pasar cukup terlihat jelas di bursa saham Indonesia. Melanjutkan pelemahan akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini juga dibuka melemah 11,606 poin ke level 5.479,734.
Aksi jual beli saham terlihat minim dengan hanya mencetak nilai Rp 385,83 miliar. Pemodal asing belum keluar dari aksi jual dengan membukukan nett sell Rp 37,28 miliar.
Dari kawasan Asia, indeks saham utama bergerak variatif. Meski dibuka menguat, indeks Nikkei saat ini mengalami koreksi tipis 0,08 persen. Sebaliknya, Hang Seng dan Strait Times masih melaju positif.
Kurs mata uang asing sebagian besar bergerak menguat terhadap dolar AS. Rupiah pagi ini menguat 25 poin (0,19%) ke level 12.937 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya