Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://antarafoto.com)
Dream - Melaju kurang mantap di awal perdagangan, bursa saham Indonesia harus menghadapi libur akhir pekan di zona merah. Aksi jual asing ikut menyeret para pemodal lokal.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 10 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,347 poin (0,20%) ke level 173,514.
Di sesi pemanasan perdagangan, laju ISSI memang cukup mengkhawatirkan. ISSI hanya menguat tipis 0,100 poin (0,06%) ke level 173,961. Namun adanya aksi beli, sempat mendorong ISSI ke level tertinggi 174,087.
Memasuki sesi kedua, tekanan jual justru melanda pasar modal Indonesia. Alhasil, ISSI harus rela memotong kenaikan yang dicapainya di awal perdagangan.
Pelemahan ISSI terseret oleh turunnya harga saham dari 109 emiten syariah. Penguatan yang dicetak 72 emiten tak sanggup mengangkat ISSI kembali ke zona hijau.
Transaksi perdagangan saham syariah jelang libur akhir pekan mencapai Rp 3,45 triliun dari 32,72 juta saham yang beralihtangan.
Tekanan jual juga dialami saham-saham bluechips syariah. Terbukti, 18 emiten unggulan syariah merosot ke zona negatif dan menyeret Jakarta Islamic Index (JII) melemah 1,773 poin (0,24%) ke level 722,075.
Indeks JII masih beruntung bisa mempertahankan 9 emiten lainnya di zona hijau. Sisanya, 3 emiten melaju stagnan.
ISSI kali ini mencetak level tertinggi di 724,586 dan terendah 724,439.
Secara keseluruhan, bursa saham Indonesia memang mengalami tekanan khususnya di sesi kedua. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan melemah 9,560 poin (0,17%) ke level 5.491,340.
Lantai bursa sepanjang hari ini mentransaksikan 58,15 miliar saham bernilai Rp 5,28 triliun. Dari jumlah itu, asing kembali membukukan nett sell Rp 74 miliar, lebih rendah dari perdagangan kemarin.
Kabar kurang seda juga berhembus dari pasar keuangan. Kurs rupiah sore ini terkoreksi 66 poin (0,51%) menuju 12.970 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya