Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Para pengusaha Jepang yang tergabung dalam Japan Business Federation atau Keidanren menjanjikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) investasi besar di sektor infrastruktur dan energi. Dengan begitu, Jepang bakal menjadi negara investor terbesar kembali setelah sempat turun di posisi kedua sejak tahun 2014 lalu.
Chairman Kaidanren Sakabira menyatakan investasi dari Jepang untuk Indonesia memang sudah lama terekam dengan angka yang cukup tinggi. Sebagai contoh tahun 2013 lalu, Jepang merupakan negara yang Top atau yang pertama atau paling tinggi investasinya. Namun, tahun berikutnya tahun 2014 turun ke peringkat nomor 2, walaupun investasi dari Jepang juga cukup tinggi.
“ Kami harap tahun 2015, Jepang mejadi negara yang paling banyak investasi untuk Indonesia,” kata Sakabira seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Jumat 9 April 2015.
Mengenai investasi di bidang kelistrikan, Sakabira mengemukan, sudah banyak perusahaan Jepang yang bergerak di bidang itu, mulai dari uap, air, panas bumi. Namun demikian, ada keinginan untuk meningkatkan investasi atau kerjasama di bidang tersebut ke depannya.
“ Untuk itulah kami ke sini, menyampaikan hal-hal penting kepada Bapak Presiden, terutama apa saja hambatan-hambatan untuk meningkatkan investasi Jepang untuk bidang energi,” terang Sakabira.
Namun, lanjutnya, hambatan yang dirasakan pengusaha Jepang dalam meningkatkan investasi di bidang energi di antaranya adalah infrastruktur yang belum memadai, misalnya mulai pelabuhan, jalan, listrik, dan sebagainya. Juga masalah kemacetan karena belum tersedianya Mass Rapid Transport (MRT) dan sebagainya.
“ Sekalipun demikian, kami ingin berkontribusi atau melaksaakan kerjasama untuk menata infrastruktur, kami memiliki sebuah tekad seperti demikin mewakili dunia usaha Jepang,” tukas Sakabira.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya