Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia tak berkutik di zona merah. Kepungan sentimen negatif dari dalam negeri memaksa indeks acuan saham syariah mendekam seharian di teritori negatif.
Kekhawatiran akan kondisi ekonomi nasional serta aksi tunggu investor jelang pengumuman BI rate memaksa investor menggelar aksi jual.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 13 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas 1,166 poin (0,67%) ke level 172,348.
ISSI terseret arus pelemahan yang melanda 151 emiten syariah. Menguatnya harga saham dari 42 emiten tak kuat mengangkat ISSI ke zona hijau.
Di awal pekan ini pelaku pasar mentransaksikan 39,93 miliar saham bernilai Rp 3,48 triliun.
Laju ISSI sepanjang awal pekan ini tak mampu sekalipun masuk zona hijau. Hanya menyentuh level tertinggi di zona merah 173,314, ISSI justru sempat tersungkur ke level 171,594.
Aksi beli investor jelang penutupan tak kuasa mengangkat ISSI yang terlanjut melemah cukup dalam.
Aksi jual terlihat jelas di jajaran emiten bluechips syariah. Sebanyak 23 emiten penghuni Jakarta Islamic Index (JII) terpaksa memulai awal pekan di zona merah. Hanya 5 emiten yang bisa melaju positif.
Indeks JII menutup sesi perdagangan dengan melemah 4,648 poin (0,64%) ke level 717,427. JII hanya sanggup menyentuh level tertinggi 720,838 dan sempat terpuruk ke level 713,528.
Emiten bluechips syariah yang selama ini menjadi motor penggerak JII justru diserbu aksi jual. Di jajaran pencetak koreksi harga saham tertinggi, bertengger saham ITMG yang melemah Rp 775 per saham.
Top losser lainnya adalah SMGR yang melemah Rp 425, AALI Rp 375, PTBA Rp 250, dan CPIN Rp 160 per saham.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jelang pengumuman BI rate juga dilanda aksi jual. IHSG terpangkas 43,931 poin (0,80%) ke level 5.447,409.
Lantai bursa sore ini berhasil menghimpun dana nasabah hingga Rp 5,54 triliun. Sayang, dana itu termasuk aksi jual investor asing yang kembali meningkat menjadi Rp 682 miliar.
Kurs rupiah yang pagi tadi sempat menguat juga kembali mengalami tekanan. Rupiah terkoreksi 28 poin (0,22%) menjadi Rp 12.955 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya