Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia kebanjiran dana asing usai muncul kepastian suku bunga The Fed. Indeks saham syariah pun ditutup melesat
Tak seperti kekhawatiran banyak orang, bursa saham Indonesia justru dibanjiri dana asing hingga Rp 1,1 triliun.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 17 Desember 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melonjak 3,368 poin (2,42%) ke level 142,767.
Kenaikan signifikan dicetak indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 17,344 poin (2,97%) ke level 600,517.
Aksi belanja investor mendorong 134 emiten syariah masuk zona positif. Dari 30 penghuni indeks JII, 27 emiten bluechips syariah juga berhasil ditutup menguat.
Meski ramai aksi belanja, 49 emiten ISSI masih tertekan aksi jual investor.
ISSI mencetak level tertinginya di sesi penutupan perdagangan dengan posisi terendah di 140,985.
Seluruh indeks sektor saham menikmati euforia kepastian kenaikan suku bunga The Fed. Investor berburu saham-saham di sektor infrastruktur yng naik 2,70 persen. Disusul industri dasar 2,19 persen dan properti 1,79 persen.
Di jajaran emiten bluechips syariah, top gainer dihuni emiten UNVR yang naik Rp 1.650. Disusul LPPF yang naik Rp 775, INTP Rp 675, AALI dan SMGR masing-masing Rp 250 per saham.
Sebaliknya saham keping biru syariah yang mengalami tekanan berasal dari INCO Rp 20, PTPP Rp 15, dan MIKA Rp 5 per saham.
Secara keseluruhan, kepastian suku bunga The Fed memang membuat pelaku pasar lega. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan melompat 72,511 poin (1,62%) ke level 4.555,964.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya