Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Indonesia Fahsion Chamber (IFC)
Dream - Para perancang busana Tanah Air bercita-cita menjadikan Indonesia sebagai pusat mode dunia pada 2025. Keseriusan mereka tergambar dalam mewujudkan Indonesia sebagai ikon busana muslim dunia terlebih dahulu.
Berbagai upaya gencar dilakukan, terutama dengan mengusung busana muslim atau lebih populer dengan sebutan modest fashion siap pakai. Dengan cara ini, mereka berharap dapat mengoptimalkan kekuatan lokal agar semakin dikenal dunia.
Seiring dengan hal itu, desainer sebagai ujung tombak diharapkan dapat membangun kerja sama yang kuat demi mewujudkan cita-cita tersebut. Maka dibentuklah Indonesia Fashion Chamber (IFC) sebagai wadah untuk mengakomodasi seluruh kebutuhan dan kepentingan pihak yang terlibat di dunia mode.
" IFC beranggotakan desainer, para pengusaha mode, event organizer bahkan media pun bisa masuk dengan persyaratan dan kewajiban-kewajiban tertentu," kata Ali Kharisma, selaku ketua IFC.
Meskipun baru didirikan, IFC sudah mampu menggaet 118 anggota yang berasal dari 11 kota di Indonesia. Sebagian besar anggota berasal dari Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) yang memutuskan pindah dan bergabung dengan IFC.
" Kami mengusung inspirasi lokal dengan semangat kontemporer. IFC memperkuat fondasi demi kemajuan industri mode secara nasional maupun peta internasional," ujar Ali saat peresmian IFS di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta pada Rabu, 16 Desember 2015.
Lebih jauh Ali mengungkapkan, IFC masih akan terus berbenah mengenai rencana ke depan. Termasuk memperkuat kerjasama dan kolaborasi dengan pengusaha mode di kancah internasional.
" Keseriusan kami terbukti dengan kedatangan tamu dari Singapura dan Malaysia hari ini, dan tadi mereka sudah menyatakan ketertarikannya untuk berkolaborasi," jelasnya kemudian.
Ditegaskan Ali, IFC sangat terbuka bagi para desainer atau pelaku industri fesyen muda yang ingin begabung. Tapi tentunya mereka harus melalui proses yang cukup ketat dan seleksi dari enam kurator.
Penilaian akan difokuskan pada kreativitas calon anggota yang ingin bergabung. Selain itu, dilihat pula rencana bisnis mereka ke depan. Kemudian tim kurasi juga akan mencocokkan visi dan misi mereka dalam memulai usaha.
" Kalau yang belum sesuai kriteria akan kami bimbing dalam sebuah wadah yang kami namakan komunitas. Bagi desiner senior yang ingin bergabung juga boleh tapi kami prirotaskan bagi yang muda dulu karena kami niatkan akan mewariskan IFC pada generasi muda dalam waktu secepatnya," pungkas Ali. (Ism)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
