Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Selama ini orang hanya mengenal produk air kemasan, tetapi sebuah start-up di Kanada menjual udara segar kemasan.
Meski terdengar aneh, tetapi bisnis udara segar kemasan yang diambil dari Pegunungan Rocky di Kanada itu laris manis di Tiongkok hanya dalam waktu empat hari.
Seperti diketahui, ibukota Tiongkok, Beijing, dalam beberapa minggu ini menghadapi polusi udara yang sangat parah.
Perusahaan start-up Vitality Air yang didirikan tahun lalu di barat kota Edmonton baru berjualan udara segar dalam kemasan botol di Tiongkok kurang dari dua bulan yang lalu.
" Pengiriman 500 botol udara segar pertama terjual dalam empat hari," kata co-founder Moses Lam dalam sebuah wawancara telepon dengan Telegraph.
Dia mengatakan satu peti yang berisi 4.000 botol akan dikirim ke Tiongkok. Namun dia menambahkan sebagian besar pengiriman tersebut adalah pesanan.
Satu botol udara segar kemasan 7,7 liter yang diambil dari Taman Nasional Banff di Pegunungan Rocky dijual seharga sekitar 100 yuan atau sekitar Rp 217 ribu, yang lebih mahal '50 kali' dari botol air mineral di Tiongkok.
Sebagian besar pelanggan mereka tinggal di kota-kota besar di bagian timur laut dan selatan Tiongkok di mana polusi parah merupakan kejadian umum.
Kantor berita negara Xinhua telah mengunggah foto Beijing yang nyaris tak terlihat di bawah kabut asap tebal pada Selasa.
Namun Vitality Air bukanlah yang pertama yang menjual udara segar ke Tiongkok. Tahun lalu, artis Beijing Liang Kegang membeli setara dengan 512 poundsterling atau setara Rp 10,8 juta untuk sebotol udara yang diambil dari perjalanan bisnis di selatan Perancis.
Pada 2013, jutawan Chen Guangbiao menjual udara segar dalam kemasan yang konon diambil dari wilayah Tiongkok yang jarang pabriknya dengan harga 5 yuan.
Lam mengakui bahwa ia memulai perusahaannya sebagai lelucon ketika ia dan co-founder Troy Paquette mengisi kantong plastik dengan udara dan dijual kurang dari 50 pence di situs lelang Ebay.
Setelah itu dia menjual kantong kedua seharga US$ 160.
" Saat itulah kami menyadari ada pasar untuk ini," kata Lam.
Vitality Air menjual udara segar kemasan dan oksigen di seluruh Amerika Utara, India dan Timur Tengah. Tapi Tiongkok masih menjadi pasar luar negeri terbesarnya.
" Di Tiongkok udara segar adalah sebuah kemewahan, sesuatu yang begitu berharga," kata Harrison Wang, perwakilan Vitality Air di Tiongkok. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya