Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sehari jelang hari pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menguat. Kedua indeks acuan ini bahkan melaju positif sepanjang perdagangan.
Menguatnya laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) juga diikuti dengan meningkatnya transaksi jual beli saham syariah.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Selasa, 18 April 2017, ISSI bergerak menguat 0,548 poin (0,30%) ke level 181,261. ISSI memulai sesi perdagangan dengan menguat ke level 181,328 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 182,148.
Kabar positif juga berhembus dari perdagangan saham bluechips syariah. Indeks JII menutup sesi perdagangan jelang libur Pilkada DKi dengan mengaut 3,518 poin (0,49%) ke level 717,365.
Hingga sesi paska penutupan perdagangan, nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 4 triliun. Meski menguat, dari 62,96 juta saham yang berpindah tangan, ISSI justru didominasi koreksi saham dari 109 emiten syariah. Sisanya, 91 emiten bergerak menguat dan 66 bertahan stagnan.
Menguatnya indeks ISSI sepertinya terbantu oleh naiknya harga saham dari 17 bluechips syariah.
Hampir seluruh indeks sektoral bergerak menguat dimotori saham properti yang naik 1,17 persen dan keuangan 1,11 persen.
Sementara indeks sektor industri masing-masing melemah 0,22 persen untuk emiten sektor industri aneka dan 0,18 persen di sektor industri dasar.
Saham kelompok astra dan bluechips pelat merah menjadi penghuni top gainer indeks JII hari ini. Saham UNTR dan AALI memimpin daftar ini usai menguat Rp 625 dan Rp 125 per saham. Disusul WSKT yang naik Rp 110, TLKM Rp 60, dan BSDE Rp 55 per saham.
Di jajaran top losser bluechips syariah bertengger saham-saham seperti PTBA yang melemah Rp 225, UNTP Rp 150, PGAS Rp 80, SMGR Rp 50, dan INCO Rp 30 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini mengalami pelemahan. Turun 20 poin (0,15%), dollar AS menguat terhadap rupiah di level Rp 13.299 per dollar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya