Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lantai Bursa Efek Indonesia (Antarafoto.com)
Dream - Aksi beli jelang penutupan gagal mengangkat indeks acuan saham syariah. Alhasil, indeks syariah seharian mendekam di zona negatif.
Pelemahan ini berbanding terbalik dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menyambut libur akhir pekan di zona positif.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 5 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,305 poin (0,19%) ke level 163,660.
Dengan posisi ini, ISSI seharian mendekam di zona negatif. ISSI hanya mencetak posisi tertinggi di 163,727 dan terendah di 162,886.
Aksi jual beli Rp 2,69 triliun dana investor mengangkat 73 emiten ke zona hijau. Di saat bersamaan, 93 emiten ditutup di zona merah dan 54 lainnya bertahan stagnan.
Kegagalan menembus zona hijau juga dialami indeks saham bluechips syariah. Terpangkas 0,544 poin (0,08%), Jakarta Islamic Index (JII) menyambut libur akhir pekan di level 684,750.
Sebanyak 14 emiten unggulan syariah menyeret JII masuk zona merah. Sebaliknya, 12 emiten bluechips sukses menembus zona hijau dan 4 lainnya tertekan.
Emiten bluechips syariah penghuni top gainer kali ini diisi oleh UNTR yang naik Rp 500, AKRA, ITMG, dan LPPF yang naik masing-masing Rp 150, dan INDF Rp 75 per saham.
Sebaliknya, bluechips syariah langganan investor justru menghuni top losser. Dipimpin oleh UNVR yang melemah Rp 500, AALI Rp 450, ICBP Rp 225, JSMR Rp 125, dan WIKA Rp 80 per saham.
Laju positif justru dicetak IHSG yang memang bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan hari ini. IHSG ditutup menguat 4,751 poin (0,09%) ke level 5.100,572.
Terangkatnya IHSG terbantu aksi buru investor pada saham-saham keuangan dan perdagangan.
Lantai bursa di akhir pekan ini mencetak transaksi senilai Rp 4,16 triliun dengan nett sell asing Rp 394,22 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya