7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dream - Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) terseret arus pelemahan bursa regional. Aksi jual asing mendorong pemodal lokal ikut melepas portofolio mereka.
Hampir seluruh indeks sektoral kompak bergerak melemah dipimpin emiten agribisnis yang mengalami tekanan kuat.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Selasa, 7 Februari 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) 0,790 poin (0,45%) ke level 174,628.
Koreksi juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 4,736 poin (0,67%) ke level 700,305.
Laju kedua indeks syariah ini memang sudah melemah sejak awal perdagangan. Sentimen aksi jual asing pada perdagangan kemarin memaksa pemodal lokal mengayun posisi portofolionya.
Transaksi perdagangan saham syariah juga berkurang signifikan dengan hanya mencetak nilai Rp 3,99 triliun. Hingga sesi paska penutupan perdagangan, nett sell indeks ISSI mencapai Rp 232 miliar.
Dengan 111,06 miliar saham yang diperdagangkan pelaku pasar, sebanyak 80 penghuni ISSI berhasil lolos dari tekanan jual. Namun 123 emiten syariah lainnya terkena koreksi harga dan 64 lainnya bertahan stagnan.
Indeks sektor pertanian mengalami koreksi dalam dengan melemah 1,40 persen. Diikuti infrastruktur 0,75 persen, dan perdagangan 0,70 persen. Sementara dua indeks sektoral yang menguat adalah keuangan yang naik 0,24 persen dan industri dasar 0,18 persen.
Bluechips syariah penggerak indeks syariah kali ini harus masuk daftar top losser indeks JII. Dipimpin emiten SILO yang melemah Rp 950, AALI, AKRA, dan PTBA masing-masing Rp 200, dan SMGR Rp 125 per saham.
Di barisan top gainer, terdapat 6 saham yang bergerak menguat meski dengan nilai kecil. Keenam emiten itu adalah LPPF yang naik Rp 100, UNTR dan UNVR masing-masing Rp 25, INCO Rp 20, LPKR Rp 5, dan MYRK Rp1 per saham.
Dari pasar keuangan, dollar AS sore ini bergerak melemah terhadap mata uang rupiah. Mata uang negeri Paman Sam itu turun 31 poin (0,23%) menjadi Rp 13.289 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?