Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Menguat, Asing Belanja Rp 900 M

Reporter : Syahid Latif
Senin, 4 Agustus 2014 16:24
Indeks Syariah Menguat, Asing Belanja Rp 900 M
Pemodal asing di hari pertama usai libur lebaran ini melakukan aksi beli saham dengan membukukan nett buy sekitar Rp 700 miliar.

Dream - Menutup perdagangan di hari pertama kerja usai libur panjang Lebaran, bursa saham Indonesia bertengger di zona positif. Padahal di sesi pembukaan, indeks sempat ragu-ragu menguat dan jatuh ke teritori merah.

Berbaliknya bursa saham Indonesia ke zona hijau ikut dibantu oleh aksi beli pemodal asing. Nett buy asing di awal pekan ini cukup signifikan hingga mencapai lebih dari Rp 900 miliar.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 4 Agustus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat 30,44 poin (0,6%) ke level 5.119,24. Kenaikan ini dipicu oleh menguatnya harga saham dari 129 emiten.

Transaksi perdagangan saham usai liburan ini terbilang cukup signifikan. Tercatat 59,85 miliar saham telah beralih tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,41 triliun.

Menutup perdagangan di zona hijau, IHSG sempat terpuruk ke level terendah 5.050,51 dan tertinggi di sesi penutupan di level 5.119,24.

Melompatnya IHSG di menit akhir perdagangan juga berimbas pada saham-saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 1,54 poin (0,93%) ke level 168,89.

Meski menguat, indeks ISSI justru didominasi koreksi harga saham dari 107 emiten, lebih banyak dari 87 efek syariah yang menguat.

Nilai transaksi perdagangan saham syariah awal pekan ini mencapai Rp 5,04 triliun dengan 40,17 miliar saham beralih pemilik.

Penguatan signifikan dicapai indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 10,83 poin (1,57%) ke level 701,23. Tembusnya JII ke level 700 ditumpu oleh naiknya harga saham dari 17 emiten unggulan syariah. Sayangnya, koreksi harga 12 emiten JII membuat kenaikan sedikit tertahan.

Hasil positif dari bursa saham Indonesia ini berbanding terbalik dengan perolehan indeks Nikkei Jepang dan Strait Times Singapura yang berakhir di zona merah. Kedua indeks masing-masing melemah 0,31 persen dan 0,89 persen.

Sementara itu, Indeks Hang Seng Hong Kong dan Kospi Korea menguat masing-masing 0,28 persen dan 0,35 persen.

Laju penguatan juga melanda pasar valutas asing di tanah air. Kurs rupiah terhadap dolar AS sore ini tercatat menguat 49 poin (0,42%) menjadi 11.746 per dolar AS.

Di awal pekan ini, emiten bluechips syariah yang bergerak di bisnis batu bara menikmati untung besar. Tercatat tiga emiten JII menduduki daftar top gainer.

Pencetak kenaikan harga saham tertinggi di jajaran JII masing-masing dihuni oleh ITMG yang menguat Rp 1.900, UNTR Rp 1.000, dan PTBA Rp 850. Sisanya dihuni oleh UNVR yang naik Rp 725 dan EXCL Rp 375 per saham.

Beri Komentar