AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Dream - Dihantam sentimen dari dalam dan luar negeri, bursa saham syariah Indonesia menyambut libur akhir pekan di zona merah.
Kondisi semakin mengkhawatirkan setelah pemodal asing menggelar aksi jual besar-besaran.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 19 Januari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) rontok hingga 1,38 persen (2,080 poin) ke level 148,793.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang cuma disokong 3 emiten juga jatuh ke zona negatif. Indeks JII anjlok 10,361 poin (1,62%) ke level 631,056.
Tanpa ada satupun sentimen positif yang muncul ke permukaan, pelaku pasar akhirnya memilih kabur dari pasar modal Indonesia. Investor khawatir dengan keputusan OJK menahan laba yang diperoleh industri perbankan sebesar 4 persen.
Indeks ISSI tercatat sempat tergelincir hingga ke level terendah 147,874. Koreksi ini akibat turunnya harga saham dari 120 emiten syariah dan 54 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi jual saham membuat papan perdagangan ISSI mencetak nilai signifian. Dengan 44,36 miliar saham beralihtangan, transaksi saham syariah kali ini mencapai Rp 4,25 triliun.
Jelang libur akhir pekan hanya 47 emiten syariah yang berhasil masuk teritori positif.
Saham-saham di sektor keuangan mengalami tekanan jual paling besar usai terkoreksi hingga 3,33 persen. Disusul emiten infrastruktur 2,85 persen, industri dasar 2,78 persen, dan industri aneka 1,90 persen.
Lompatan harga saham UNVR berhasil mendorong indeks sektor barang konsumsi menguat sendirian di zona hijau.
Tiga saham syariah yang sukses ditutup menguat adalah UNVR yang melonjak Rp 1.075, AALI Rp 25, dan SSMS Rp 5 per saham.
Sebaliknya, top losser saham ISSI dihuni emiten INTP yang anjlok Rp 800. Diikuti LPPF Rp 500, SMGR Rp 300, JSMR dan UNTR masing-masing Rp 200 per saham.
Dengan kondisi bursa regional yang berguguran, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tak kuasa melawan tekanan jual. IHSG ambruk 81,234 poin (1,70%) ke level 4.697,560.
Koreksi IHSG ini salah satunya dipicu aksi jual besar-besar investor asing yang mencapai Rp 912,4 miliar.
Anjloknya indeks saham Indonesia ikut menjalar ke pasar keuangan. Kurs rupiah yang sempat menguat harud ditutup melemah tipis 2 poin (0,01%) menjadi 13.504 per dolar AS.
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?

Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya

Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?