Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia kembali tersungkur di pembukaan perdagangan awal pekan. Bergugurannya bursa saham regional menyeret indeks acuan saham syariah menutup perdagangan di zona negatif.
Sepinya transaksi jual beli saham semakin berat dengan aksi lepas saham investor asing yang masih tinggi. Nett sell asing tercatat menembus Rp 540 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas 2,207 poin (1,51%) ke level 143,673.
Minimnya sentimen positif dengan surplus perdagangan Juli 2015 tak meredakan kecemasan pasar. ISSI menghabiskan seluruh waktu perdagangan di zona merah dengan level terendah di 143,628.
Aksi jual investor menyeret 153 emiten syariah menutup awal pekan di zona merah. Sementara 34 emiten ISSI masih bertengger di zona hijau dan 34 lainnya bertahan stagnan.
Kecemasan investor terlihat dari minimnya transaksi jual beli saham yang hanya mencetak nilai Rp 2,46 triliun. Sebanyak 30,31 miliar saham syariah jadi objek transaksi investor.
Koreksi juga tak bisa dihindari saham-saham bluechips syariah. Turun 9,224 poin (1,52%), indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah ke level 597,190.
Hampir seluruh penghuni JII, atau 24 emiten, berakhir dengan pelemahan harga saham. Sisanya, 3 emiten bergerak menguat dan 3 lainnya bertahan stagnan.
Sama dengan ISSI, indeks JII juga terbenam seharian di zona negatif. Indeks JII hanya sanggup mencetak level tertinggi di 604,837 dan terendah di 595,626.
Saham-saham pencetak koreksi harga terbesar (top losser) dihuni oleh AALI yang turun Rp 950 per saham. Disusul INTP Rp 850, UNTR Rp 600, SMGR Rp 500, dan ASII Rp 250 per saham.
Top gainer bluechips syariah kali ini dihuni LPPF yang naik Rp 200, SILO Rp 200, dan KLBF Rp 50 per saham.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun 74,913 poin (1,63%) ke level 4.510,478. Sebanyak 230 emiten di BEI ditutup melemah dan 59 lainnya berhasil menguat.
Lantai bursa saham sore ini hanya diguyur dana investor Rp 4,1 triliun dengan 40,98 miliar saham yang berpindahtangan.
Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah belum menunjukan adanya perbaikan. Kurs Dollar AS sore ini kembali mengamuk 47 poin (0,34%) ke level Rp 13.848 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya