Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Terseret Pelemahan Bursa Regional

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 10 November 2015 09:21
Indeks Syariah Terseret Pelemahan Bursa Regional
Kekhawatiran akan kenaikan suku bunga The Fed kembali muncul.

Dream - Sentimen buruk yang muncul dari gerak bursa regional menumbang indeks saham syariah di lantai bursa Indonesia. Kekhawatiran akan kenaikan suku bunga The Fed tiba-tiba kembali menguat.

Kondisi ini memperburuk situasi lantai bursa yang melemah sejak awal pekan kemarin.

Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 10 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 1,121 poin (0,79%) ke level 140,871.

Langkah awal negatif juga melanda indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 6,819 poin (1,15%) ke level 584,555.

Memasuki sesi pembukaan, laju kedua indeks saham syariah ini tak berubah. ISSI justru semakin turun 1,240 poin (0,87%) ke level 140,752. Indeks JII melemah 7,454 poin (1,26%) ke level 583,920.

Pelaku pasar memulai sesi transaksi perdagangan dengan dana Rp 11,31 miliar dan 39,71 juta saham yang berpindahtangan.

Hingga 14 menit waktu perdagangan, tercatat sudah 65 emiten syariah yang tertekan aksi jual. Namun, 31 emiten syariah lainnya sudah berhasil masuk zona hijau.

Kondisi regional yang relatif tak membawa kabar baik juga menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona negatif. Dimotori saham keuangan yang bergerak lesu, IHSG turun 35,375 poin (0,79%) ke level 4.464,132 di sesi prapembukaan.

Di awal sesi ini tak ada satupun emiten yang bergerak menanjak. Justru, IHSG diserbu aksi pelemahan harga saham dari 40 emiten.

Selain emiten keuangan yang anjlok 1,12 persen, indeks sektoral industri dasar dan industri aneka juga terpangkas 0,98 persen di awal sesi.

Beri Komentar