Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah kembali tertekan setelah indeks regional dibuka melemah pagi ini. Rontoknya bursa Wall Street memicu kekhawatiran pelaku pasar.
Pembukaan negatif indeks syariah ini berlawanan arah dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kembali dikoleksinya saham-saham sektor keuangan mendorong IHSG ke zona hijau meski dibuka melemah.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 24 Februari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,487 poin (0,33%) ke level 146,705.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga terkoreksi 3,048 poin (0,49%) ke level 620,477.
Di sesi pembukaan belum ada perubahan signifikan dari laju dua indeks acuan saham syariah ini.
ISSI tercatat melemah 0,430 poin (0,29%) ke level 146,762 sedangkan JII turun 2,633 poin (0,42%) ke level 620,892.
Pelaku pasar memulai sesi pagi ini dengan mentransaksikan 37,97 juta saham dan nilai perdagangan Rp 13,71 miliar.
Aksi beli hanya bisa mengangkat 10 emiten syariah ke zona hijau dan 17 lainnya tertekan di teritori negatif.
Sejumlah indeks sektor saham telah mulai bergerak menguat. Tiga sektor saham yang naik pagi ini adalah industri dasar 0,22 persen, manufaktur 0,20 persen, dan keuangan 0,07 persen.
Sejak akhir pekan kemarin, indeks sektor keuangan mengalami tekanan setelah muncul sentimen negatif dari pembatasan net interest margin (NIM) perbankan.
Sentimen negatif juga hadir dari aksi pemodal asing yang memilih melepas portofolio. Asing membukukan nett sell Rp 5,2 miliar di sesi prapembukaan.
Pelemahan yang dialami ISSI dan JII ini bertolak belakang dengan laju IHSG. Dimotori saham-saham sektor keuangan yang mulai dilanda aksi beli, IHSG membuka sesi pembukaan perdagangan dengan melemah 9,345 poin (0,20%) ke level 4.644,619.
Namun aksi beli saham telah sukses mengangkat IHSG ke zona hijau. Hingga perdagangan pukul 09,21 WIB, IHSG sudah naik 9,990 poin (0,21%) ke level 4.664,044
Dari pasar keuangan, kurs rupiah pagi ini mengalami tekanan. Hingga pukul 09.17 WIB, rupiah tertekan 20 poin (0,15%) menjadi 13.447 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya