Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri menilai Indonesia masih kekurangan kaum wirausaha. Untuk itu, Hanif mengajak pemuda Indonesia untuk memiliki etos atau semangat berwiraswasta.
Semangat wirausaha muda bisa tumbuh dan dikembangkan melalui dorongan lingkungan sekitar, keluarga, maupun dorongan lainnya melalui program-program dari pemerintah.
“ Wirausaha tidak sebatas lapangan pekerjaan, namun lebih pada pola pikir, sifat, watak dan mental wirausaha,” kata Hanif di Jakarta.
Seperti dikutip dari laman situs Kementerian Tenaga Kerja, Selasa, 23 Februari 2016, Hanif memaparkan, wirausahan muda Indonesia harus terus didorong untuk tumbuh lebih banyak lagi. Dari sekitar 240 juta jumlah penduduk Indonesia, pelaku wiarausaha baru sekitar mencapai 0,43 persen dari total usia produktif.
Angka tersebut jauh tertinggal dibandingkan Singapura yang mencapai 7 persen maupun Malaysia (5 persen) dan Thailand (3 persen) dari penduduknya. Amerika Serikat (AS) telah mencapai angka sekitar 10 persen.
“ Idealnya untuk menggerakkan perekonomian suatu negara diperlukan wirausaha minimal 2 persen dari total jumlah penduduk,” jelasnya.
Menurutnya, potensi untuk menumbuhkan wirausaha di Indonesia sangat besar dan terbuka. Apalagi banyaknya dukungan pasar, sumber daya alam (SDA), dan budaya. Tercatat setiap tahun lembaga pendidikan di Indonesia menghasilkan lulusan sekitar 2,5 juta orang sebagai angkat kerja muda.
“ Pemuda harus tampil terdepan untuk menjadi pelopor, agar dapat membawa bangsa ini kepada tujuan bernegara sebagaimana yang dicita-citakan,” pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya