Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Munculnya kabar penangkapan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terlibat teroris di Malang membuat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi berbenah. Kementeriannya mengimbau agar instansi pemerintah menggalakkan kegiatan keagamaan.
Dia juga mendesak seluruh pimpinan instansi pemerintah untuk selalu memonitor aktivitas pegawai di instansi yang dipimpinnya. Hal ini diperlukan untuk memastikan agar tidak ada lagi PNS yg terlibat jaringan terorisme.
" Kita bisa mencegah terulangnya kasus serupa dengan menggalakkan kegiatan keagamaan di instansi pemerintah," ujar Yuddy dikutip Dream dari laman Menpan.go.id, Selasa, 23 Februari 2016.
Yuddy prihatin atas munculnya kejadian tersebut serta mengajak seluruh aparatur negara untuk proaktif melakukan tindakan pencegahan terorisme dan radikalisme.
Guru Besar FISIP Universitas Nasional juga menekankan perlunya pembinaan agama dan spiritual yang intensif di setiap instansi pemerintah. Yuddy optimis, kalau metode itu dapat meningkatkan keimanan ketakwaan ASN kepada Tuhan, serta membentegi ASN dari ajakan tetorisme.
Ditambahkan, pendekatan personal dan kekeluargaan yang kontinyu dari para pimpinan seyogyanya dapat segera dilaksanakan guna mendeteksi apabila ada PNS yang mulai berubah haluan ideologi.
" PNS sejatinya pengayom masyarakat, insiden ini menjadi peringatan keras bagi kita semua bahwa terorisme dapat menjangkit di setiap level sosial di Indonesia," ucapya.
Terkait dugaan adanya oknum PNS terlibat terorisme, Yuddy mengaku akan menunggu hasil investigasi pihak berwenang. Jika terbukti, PNS yang terbukti terlibat tindak pidana terorisme akan dikenai sanksi pemecatan sesuai ketentuan PP 53 / 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya