Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Menguatnya bursa saham regional menjadi motor penggerak indeks syariah jelang sesi penutupan. Penguatan ini dibayangi dengan aksi jual investor yang masih cukup besar.
Emiten di sektor keuangan masih membawa sentimen positif bagi pasar modal Indonesia. Namun pelemahan kali ini lebih baik dibandingkan saham-saham di sektor industri aneka.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 22 Februari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,238 poin (0,16%) ke level 149,031.
Penutupan positif juga dicetak indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Indx (JII), yang menguat 0,700 poin (0,11%) ke level 631,756.
Laju indeks saham syariah di awal pekan ini memang cukup berat. Dengan masih tersisanya sentimen negatif pembatasan net interest margin bank, pelaku pasar juga dilanda kecemasan dengan koreksi bursa regional.
Alhasil, investor mengambil posisi berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli saham. Hal ini terlihat dari laju ISSI dan JII yang bolak-balik di dua zona.
Indeks ISSI tercatat jatuh ke level terendah di 148,324 sementara posisi tertingginya digapai di 149,201. Sementara JII sukses menemebus level tertinggi 633,329 sebelum akhirnya terseret aksi jual jelang penutupan.
Aksi selektif pelaku pasar hanya bisa mengangkat 84 emiten syariah menutup awal pekan di zona hijau. Sementara 77 lainnya tertekan aksi jual dan 54 emiten bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,84 triliun dengan 92,89 miliar saham berpindahtangan.
Setelah tertekan selama sepekan lalu, saham-saham di sektor pertambangan kini justru menjadi buruan. Indeks ini menguat 2,55 persen, disusul emiten barang konsumsi 1,86 persen dan manufaktur 0,88 persen.
Di jajaran bluechips syariah, separuh penghuni indeks JII bisa bernapas lega usai ditutup menguat. Meski tekanan jual masih melanda 12 emiten JII dan 3 lainnya bertahan stagnan.
Saham-saham bluechips syariah yang menjadi top gainer hari ini adalah UNVR yang naik Rp 625, LPPF Rp 425, ITMG Rp 350, ICBP Rp 300, dan INTP Rp 175 per saham.
Sementara dua emiten dari kelompok Astra, UNTR dan ASII, terserang aksi jual investor dengan koreksi Rp 200 dan 150 per saham. Top losser lainnya adalah AKRA Rp 75, SILO Rp 75, dan SMGR Rp 50 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah bergerak positif sepanjang perdagangan hari ini. Rupiah sore ini nai 72 poin (0,53%) menjadi 13.436 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya