Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kaum Muda Di Tiongkok Memanfaatkan Wifi Gratis Saat Mereka Pulang Kampung (cctvnews.tumblr.com)
Dream - Kaum muda di Tiongkok yang sekolah atau bekerja di kota-kota besar sudah terbiasa menggunakan layanan wifi gratis. Layanan akses dunia maya ini mungkin sudah menjadi bagian dari hidup mereka.
Masalah baru muncul ketika mereka pulang ke desa tempat kelahirannya. Akses mereka ke dunia maya terputus lantaran tidak ada koneksi internet.
Tapi, ada sebuah inovasi yang dilakukan pemilik sebuah toko di desa Tonglezhai di pusat Provinsi Henan. Toko tersebut memasang pemancar sehingga para kaum muda dapat berselancar di dunia maya dengan nyaman.
Awalnya pemancar wifi dipasang pemilik toko dengan maksud agar dapat mempromosikan barang dagangannya. Mereka tidak menyangka ternyata toko tersebut semakin ramai dikunjungi kaum muda yang ingin menyibukkan diri dengan internet.
Sepanjang hingga malam, toko tersebut menjadi tempat utama para kaum muda untuk berkumpul. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengunduh episode terbaru serial televisi populer di Tiongkok atau mengobrol dengan teman-teman mereka melalui aplikasi perpesanan.
Tahun lalu, populasi pengguna digital Tiongkok tumbuh mencapai 700 juta. Tetapi, fasilitas mobile internet terasa begitu mahal bagi mereka, terutama yang berpenghasilan rendah.
Ini lantaran adanya monopoli dari perusahaan milik pemerintah. Alhasil, wifi menjadi alternatif bagi mereka yang untuk dapat mengakses internet.
Kaum muda Tiongkok baik di desa maupun kota telah terhubung dengan perangkat digital. Kehadiran internet telah mengubah kebiasaan masyarakat di sana.
Tetapi, bagi anak-anak muda yang tinggal di kota, internet bukan hanya menjadi sebatas alat komunikasi, melainkan sudah menjadi pendamping hidup. Ini karena banyak kaum muda merasa terasing hidup di tengah masyarakat perkotaan.
sumber: cctvnews.tumblr.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya