Tak Siap Jadi Ayah, Pemuda Bakar Kekasih yang Hamil Tua

Reporter : Eko Huda S
Senin, 22 Februari 2016 13:17
Tak Siap Jadi Ayah, Pemuda Bakar Kekasih yang Hamil Tua
"Dia menyalahgunakan cinta Maria untuk memikatnya ke dalam penyerangan," kata hakim.

Dream - Nasib tragis dialami oleh remaja putri di Berlin, Jerman. Hidup remaja yang tengah hamil delapan bulan ini berakhir tragis oleh aksi keji sang kekasih yang tak siap menjadi ayah.

Maria Peiner. Demikian nama putri remaja nahas itu. Usianya baru 19 tahun. Dia tewas dibakar setelah sebelumnya dianiaya secara biadab. Dia juga ditusuk dengan pisau roti.

Kekejaman itu dimulai saat sang kekasih, Eren Toben, berpura-pura mengajak Maria berbelanja pakaian bayi. Untuk persiapan. Namun saat tiba di pinggiran Kota Berlin, aksi keji itu dilakukan.

Toben yang berusia 19 tahun itu dibantu oleh teman sekolahnya, Daniel Mueller. Mereka menganiaya Maria dengan sebatang kayu dan menusuknya dengan pisau roti.

Dokumen pengadilan menyebut, pada Januari tahun lalu Toben sangat takut menjadi seorang ayah. Sehingga dia merencanakan pembunuhan itu.

“ Bagi dia (Toben) perbuatan kriminal itu merupakan solusi, dia ingin bebas, hidup bahagia yang bisa dia kendalikan,” tutur hakim Regina Alex, sebagaimana dilansir Metro.co.uk.

“ Dia menyalahgunakan cinta Maria untuk memikatnya ke dalam penyerangan,” tambah dia. Toben dan Daniel dihukum 14 tahun penjara.

1 dari 4 halaman

Setahun Hilang, Mayat Model Ditemukan di Tangki Air Minum

Dream - Mayat Carmen Yarira Noriega Esparza, model cantik berusia 27 tahun asal Meksiko, akhirnya ditemukan telah tewas tenggelam di bak penampungan air sebuah flat.

Polisi mengatakan tubuh aktris itu mengalami pembusukan tingkat lanjut karena telah dinyatakan hilang hampir setahun yang lalu.

Penemuan tubuh Esparza bermula dari keheranan warga sebuah flat di Meksiko City terhadap rasa air yang mereka konsumsi. Mereka mengaku air yang dikonsumsi akhir-akhir ini terasa aneh.

Setelah diselidiki, ternyata ada sosok mayat tenggelam dan sudah membusuk di dasar bak penampungan air di flat tersebut.

Kini jenazah Esparza telah dibawa ke pusat forensik untuk menjalani otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Gadis lulusan jurusan psikologi yang sedang meniti karir di dunia akting ini terakhir terlihat meninggalkan gym di Mexico City pada Februari tahun lalu.

Setelah polisi gagal mencari tahu keberadaannya, teman-teman dan keluarganya melakukan kampanye pencarian melalui media sosial dan menyebarkan fotonya di jalan, berharap ada yang mengenalinya.

Beberapa teman-teman Esparza bahkan mengira ia telah diculik dan menjadi korban perdagangan manusia.

Polisi sekarang memfokuskan penyelidikan terhadap hubungan Esparza dengan seorang pengusaha kaya yang membayar sewa flatnya. Dalam perjalanan hubungan tersebut, Esparza kemudian diputus karena berselingkuh dengan seorang pengacara lokal yang kaya.

Seminggu sebelum dia seharusnya keluar dari flat, dia menghilang dan tidak pernah terlihat sejak itu.

(Ism, Sumber: Metro.co.uk, Daily Mail)

2 dari 4 halaman

Detik-Detik Pembunuhan Bocah dalam Kardus

Dream - Aparat kepolisian akhirnya berhasil menangkap tersangka pelaku pembunuhan bocah Putri Nur Fauziah. Korban ditemukan dalam kardus di pinggir jalan Tol Sedyatmo, Jalan Sahabat, Kelurahan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat 2 Oktober 2015.

Di usianya yang masih belia, 9 tahun, bocah malang itu harus merenggang nyawa. Putri Nur Fauziah masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar. Putri diketahui sering bermain ke rumah pelaku berinisial AD.

" Pelaku dikenal baik kepada anak-anak, terutama kepada anak perempuan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Krisna Murti di Mapolda Metro Jaya.

Saat peristiwa pembunuhan itu terjadi korban sedang bermain ke rumah tersangka di kawasan Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat. Rumah pelaku dan koban berdekatan.

Hari itu, korban diketahui tidak pulang ke rumah usai pulang sekolah. Ternyata, PNF berada di rumah AD. Sampai di kediaman tersangka kemudian bocah tersebut disuruh masuk ke kamar dan duduk di kasur tanpa sprei.

Pelaku yang berprofesi sebagai pemilik warung tersebut kemudian meyetubuhi korban.

Tidak ada alasan jelas yang membuat pelaku membekap korban lalu menjerat dengan kabel tembaga bekas charger ponsel hingga tewas. Akibat panik kemudian pelaku membungkus korban dengan kardus dan dibuang.

" Berdasar pengakuan pelaku, saat itu dia membuang jenazah korban setelah maghrib, tetapi sebelum isya," terang Krisna.

Tepat pukul 22.00 warga menemukan jenazah korban di pinggir jalan tol, kemudian dilaporkan kepada polisi. Setelah itu polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lalu melakukan identifikasi.

" Terdapat kesamaan hasil autopsi dan pengangkuan tersangka," ucapnya.

(laporan: Rohimat Nurbaya)

[crosslink_1]

3 dari 4 halaman

Syahadat Tukang Sampah Sebelum Nafas Terakhir

Dream - Ini kisah tentang Mohd Salleh Salam. Tukang sampah di kawasan Bukit Siput, Segamat, Malaysia. Pria 58 tahun ini wafat saat bertugas, dan mengucap syahadat sebelum menghembuskan nafas terakhir.

" Dia rebah ketika menyapu sampah dan sempat mengucap dua kalimat syahadat," tutur rekan Salam, Zainal Ibrahim, sebagaimana dikutip Dream dari laman myMetro, Selasa 2 Februari 2016.

Sama seperti Zainal. Salam merupakan pekerja kontrak. Sehari-hari, mereka bertugas membersihkan sampah. Menyapu kawasan di sekitar Jalan Genuang di Bukit Siput.

Dan kemarin, Salam mengaku kurang sehat. Namun dia memaksakan diri untuk tetap bekerja. Akhirnya pada pukul 08.30 pagi waktu setempat Salam meninggal dunia.

" Ketika jatuh, sapu dan tempat sampah yang dipegang terlepas dari tangannya dan saya mendengar dia mengucapkan kalimat syahadat," ujar Zainal.

Setelah itu, Zainal dan rekan-rekannya menggotong jasad Salam dan membaringkannya di atas bangku halte bus. Dan membawanya dengan ambulans.Semoga khusnu khotimah. Amin.

4 dari 4 halaman

Sebelum Hembuskan Nafas Terakhir, Olga Tolak Obat Dokter

Dream - Canda tawa komedian Olga Syahputra begitu dirindukan sang adik, Billy Syahputra. Pria kelahiran Jakarta 16 Januari 1991 ini mengaku mengalami masalah kesulitan tidur karena terlalu rindu sang kakak.

" Jadi sulit tidur sekarang, mungkin karena kangen Olga. Tidurnya bisa hanya dua atau tiga jam," tutur Billy, Senin 6 April 2015. Putra pasangan Nurhida dan Nur Rachman ini pun mengenang detik-detik kepergian sang kakak.

" Awal masuk rumah sakit di Jakarta itu 24 April 2014, kemudian awal Mei dibawa ke Singapura. Saat itu kami ingin berikan yang terbaik untuk Olga, seperti dia yang selalu kasih terbaik untuk keluarganya," tutur Billy.

Sebelum Olga meninggalkan keluarga dan orang terdekat selama-lamanya, Billy mengaku wajah Olga penuh senyum dan terlihat sudah ikhlas.

" Setelah keluarga dan pihak manajemen kumpul semua, dokter kasih tahu Billy kalau dari segi medis sudah menyerahkan kepada Tuhan. Kami terus berdoa, membaca Alquran, dan terakhir membisikkan ke Olga kalau sudah tidak kuat insya Allah kami ikhlas," kata Billy.

Billy menambahkan mungkin sekarang waktunya Olga memang untuk berisitirahat. " Olga sudah kerja keras untuk membahagiakan kami semua. Karirnya membuat Olga jarang istirahat, sekarang mungkin sudah saatnya Olga istirahat. Ingat Olga doakan saja setelah salat. Dia di sana tenang berada di sisi Allah," katanya.

Di akun @abangbilly yang diketahui milik asisten Billy disebutkan juga detik-detik kepergian Olga.

" Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, alm. Yoga Syahputra sempat menolak obat yg akan diminum,"  tulis akun tersebut.

" Sempat tarik napas sekali, pesan terakhir sih gak ada. Kondisinya itu pas mau diusahakan sama dokter ditambahin obat, tapi dia sdh menolak,"  tulis @abangbilly.

" Ditambahin obat pun sama dokter dia memang nggak ada reaksi & meninggalnya jam 17.17 waktu Singapura,"  tulisnya. (Ism) [crosslink_1]

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya