Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Tertekan, IHSG Tergusur dari Level 5.000

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 20 Mei 2014 09:22
Indeks Syariah Tertekan, IHSG Tergusur dari Level 5.000
IHSG akhirnya kembali tergusur dari level 5.000 setelah aksi ambil untung melanda pasar modal Indonesia.

Dream - Aksi ambil untuk investor masih berlanjut pada perdagangan kali ini. Sikap siaga para pemodal kini mendominasi pasar saham Indonesia.

Pada pembukaan perdagangan saham, Selasa, 20 Mei 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 5,38 poin (0,11%) ke level 5.009,62. Tak butuh waktu lama untuk indeks tergusur dar zona 5.000.

Aksi ambil untung juga melanda pasar saham syariah Indonesia. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pada perdagangan pukul 09.09 WIB, melemah 0,76 poin (0,46%) ke level 163,6.

Koreksi juga dialami indeks bursa saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 4,67 poin (0,69%) ke level 673,41. Perdagangan di tengah sikap siaga ini tercatat sebanyak 1,94 juta miliar dengan nilai Rp 276,84 miliar.

" Di tengah hingar binar deklarasi pasangan Capres-Cawapres yang dilakukan kemarin, IHSG akhirnya terkoreksi akibat aksi profit taking," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.

Menurut Satrio, selama seminggu kemarin, IHSG memang terus bergerak naik akibat sentimen Pemilu dengan tidak memperdulikan beberapa berita-berita ekonomi negatif yang muncul.

Jika IHSG kemudian mengalami konsolidasi setelah momen deklarasi capres-cawapres, maka itu adalah wajar adanya karena memang IHSG belum mendiskon berita-berita negatif tersebut.

" Untuk posisi jangka menengah, pemodal sebaiknya hanya melakukan akumulasi setidaknya ketika IHSG masuk ke kisaran suport 4650 - 4850," imbau Satrio.

Gerak IHSG kali ini diperkirakan masih akan bergerak pada kisaran yang sama. Level 4.975 tetap akan menjadi suport pertama, sedangkan gap di kisaran 5055 - 5068 tetap akan menjadi resisten yang pertama.

" Signal positif hanya akan muncul pada IHSG jika mampu ditutup diatas level 5091,3 yang merupakan titik tertinggi kemarin," ujarnya. (Ism)

Beri Komentar