Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dream - Bank Terbesar di China, Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah Kuwait untuk membuka cabang pertama kali di negara produsen minyak itu.
Pada bulan Maret lalu, pemerintah Kuwait mengumumkan akan memberikan izin kepada bank-bank asing untuk membuka cabang. Tujuannya, guna memacu pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.
Namun menurut para analis, kebijakan itu berisiko karena akan banyak bank yang mengambil keuntungan dari tawaran itu. Kecuali pemeintah mempercepat penyelesaian proyek-proyek infrastruktur yang telah lama tertunda. Menurut mereka, membiarkan bank asing untuk memperluas bisnisnya di Kuwait justru akan mendorong kompetisi dengan bank lokal dalam pengembangan produk dan jasa perbankan.
Gubernur Bank Sentral Kuwait Mohammad al-Hashel mengatakan, dalam situs bank sentral bahwa ICBC masuk dalam daftar resmi bank asing yang mendapatkan persetujuan pembukaan cabang dari Menteri Keuangan Kuwait.
Cabang di Kuwait ini akan menjadi cabang pertama di negara itu. Sementara menjadi cabang keempat di negara Timur Tengah setelah di Doha, Abu Dhabi, dan Dubai.
Berdasarkan laporan Kantor Berita KUNA yang dikutip Dream.co.id, Senin 19 Mei 2014, Direktur Utama ICBC mengatakan pada awal tahun ini, banknya bisa menjadi penghubung antara perusahaan China dan Kuwait. Dia menyambut peluang ini untuk investasi dalam pembangunan negara Kuwait.
Rencana pembangunan Kuwait yang diumumkan pada 2010 lalu merupakan proyek miliaran dolar yang meliputi proyek infrastruktur besar seperti jalan, bandara, dan kilang.
Saat ini, bank asing di Kuwait yang memberikan pinjaman kepada negara eksportir minyak itu adalah Bank of Abu Dhabi dan Qatar National Bank, serta BNP Paribas, Citigroup, dan HSBC. (Ism)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane