7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dream - Meski sempat tersendat, bahkan turun ke zona hijau, indeks syariah berhasil menutup perdagangan di zona hijau. Aksi beli jelang penutupan sukses mendorong Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) kembali mengukir rekor baru
Lantai bursa Indonesia juga semakin dibanjiri dana asing yang kembali meningkat. Aksi beli asing mencetak nett buy hingga Ro 1,55 triliun yang dipicu munculnya UU pengampunan pajak.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 12 Juli 2016, indeks ISSI naik 0,505 poin (0,30%) ke level 167,856. ISSI sebetulnya sempat menyentuh level tertingginya di 168,894.
Rekor baru juga sukses dicetak indeks saham bluechips syariah, JII. Indeks berisi 30 emiten keping biru syariah ini menanjak 1,393 poin (0,20%) ke level 703,055.
Indeks JII sempat tergelincir ke level 697,502 namun berhasil menembus rekor tertingginya di 709,244.
Meski menguat, jumlah saham syariah yang berhasil ditutup menguat sedikit berkurang. Tercatat 102 emiten ISSI ditutup di zona hijau dan 79 lainnya longsor ke teritori negatif.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini masih tinggi dengan mencetak nilai Rp 4,98 triliun.
Saham sektor pertambangan menjadi buruan investor dengan mengalami kenaikan 2,88 persen. Disusul emiten sektor keuangan yang naik 2,45 persen.
Sebaliknya, emiten sektor barang konsumsi yang kemarin naik tinggi justru terserang aksi ambil untung dengan melemah 1,11 persen. Begitu pula sektor manuaktur yang turun 0,71 persen, dan perdagangan serta industri dasar 0,10 persen.
Daftar bluechips syariah yang mencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) kali ini dihuni UNTR yang naik Rp 425, PTBA Rp 350, INCO Rp 260, AALI Rp 150, dan SMGR Rp 150 per saham.
Di jajaran top losser, bertengger saham UNVR dan INTP yang turun cukup tinggi masing-masing Rp 675 (1,50%) dan Rp 600 (3,51%) per saham.
Dari pasar keuangan, dolar AS sore ini sedikit menggeliat. Kurs Dolar AS terhadap rupiah tercatat naik 11 poin (0,08%) menjadi Rp 13.117.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?