Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
Deng, Memulai Bisnis Merapikan Lemari Baju (Shanghaiist)
Dream - Saat generasi 1990-an dianggap malas dan tak berharga, seorang remaja putri berusaha mematahkan anggapan tersebut. Dia membuat model bisnis unik yang bisa mendatangkan pundi-pundi uang menggiurkan.
Deng, begitu nama remaja putri itu biasa disapa. Dia membuat bisnis jasa merapikan pakaian sejak 2015. Dia menemukan ide ini saat bekerja di sebuah perusahaan perlengkapan wanita. Saat itulah dia memutuskan berhenti dan terjun ke industri ini.
Membereskan lemari selama ini tak pernah dianggap sebagai sebuah pekerjaan di Chengdu. Dan Deng menyadari hal itu. Seringkali Deng sulit menjelaskan layanan jasa yang dikerjakannya.
Lewat sejumlah agen dan media sosial, Deng mulai mempromosikan bisnisnya.
Untuk setiap pakaian yang dirapikan, Deng mengenakan biaya 100 yuan sekitar Rp 195 ribu. Jika waktu pengerjaannya lebih dari satu jam, Deng mengenakan biaya 120 yuan (Rp 235 ribu).
Salah satu klien kakap yang pernah menggunakan jasanya adalah seorang pemilik vila luas yang mempunyai dua lemari pakaian besar. Saking besarnya, dia sampai menghabiskan waktu dua hari untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Namun semua terbayar setelah Deng menerima imbalan 1000 yuan atau Rp 19,5 juta.
Kini setelah setahun beroperasi, Deng sudah melayani klien antara 60-70 orang. Kebanyakan pelanggannya adalah para wanita dari keluarga kelas menengah yang memiliki koleksi pakaian cukup banyak.
Saat merapikan lemari, Deng selalu menempelkan stiker di setiap pakaian sesuai modelnya agar klien bisa lebih mudah mencari busananya. Setelah selesai, dia memberikan daftar pakaian dan posisinya.
Sekilas memang pekerjaan ini memang tampak mudah. Namun sebetulnya dibutuhkan tenaga dan perhatian cukup besar. Tak jarang jari-jari Deng menjadi kaku karena harus memindah pakaian dalam jumlah banyak dan benda-benda lainnya.
Kini Deng semakin dikenal publik. Dia tak jarang membagian tips merapikan pakaian. Deng berharap bisa mempunyai tim khusus yang bisa memberikan pelayanan terbaik bagi klien yang mempunyai lemari pakaian yang acak-acakan.
(Sumber: shanghaiist)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas