Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Rontok di Perdagangan Perdana 2016

Reporter : Syahid Latif
Senin, 4 Januari 2016 16:28
Indeks Syariah Rontok di Perdagangan Perdana 2016
Kurs rupiah kembali dilanda tekanan dan nyaris menyentuh level 14.000/US$

Dream - Bursa saham syariah rontok di perdagangan perdana 2016. Dibuka di zona positif, indes acuan saham syariah terseret arus pelemahan regional.

Kondisi semain berat karena nilai kurs rupiah juga kembali dalam tekanan. Rupiah nyaris balik ke level psikologis 14.000 per dollar AS.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 4 Januari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) rontok 2,701 poin (1,86%) ke level 142,360.

Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic index (JII) juga anjlok 11,241 poin (1,86%) ke level 592,108.

Aksi beli investor sempat mengangkat dua indeks acuan saham syariah ke zona merah. Namun kondisi regional, khususnya bursa Tiongkok yang berguguran, membuat investor kembali keluar dari pasar modal.

Alhasil, memasuki sesi penutupan perdagangan, ISSI dan JII tersungur masuk zona negatif.

Transaksi perdagangan saham syariah di awal 2016 hanya mampu mencetak angka Rp 2,53 triliun. Aksi beli hanya sanggup mengangkat 47 emiten syariah ke zona hijau. Sisanya, 137 penghuni ISSI bergerak turun dan 50 lainnya bertahan stagnan.

Hampir seluruh penghuni indeks bluechips syariah juga berguguran. Hanya 4 emiten yang ditutup menguat ditengah koreksi tajam dari 24 penghuni JII.

Investor melepas saham-saham di sektor perkebunan yang rontok 3,52 persen. Saham ini memang menjadi buruan investor jelang penutupan akhir tahun.

Saham-saham yang mencetak koreksi di perdagangan perdana 2016 ini adalah INTP yang turun Rp 1.000, UNVR Rp 1.000, UNTR Rp 850, LPPF Rp 325, dan ICBP Rp 275 per saham.

Sebaliknya, empat emiten syariah unggulan yang masuk jajaran top gainer adalah INDF yang menguat Rp 125, TLKM Rp 35, MPPA Rp 30, dan AKRA Rp 25 per saham.

Aksi jual investor memang mendorong bursa saham Indonesia tersungkur di awal 2016. Terlihat laju Indes Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 67,089 poin (1,46%) ke level 4.525,919.

Beri Komentar