Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham syariah rontok di perdagangan perdana 2016. Dibuka di zona positif, indes acuan saham syariah terseret arus pelemahan regional.
Kondisi semain berat karena nilai kurs rupiah juga kembali dalam tekanan. Rupiah nyaris balik ke level psikologis 14.000 per dollar AS.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 4 Januari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) rontok 2,701 poin (1,86%) ke level 142,360.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic index (JII) juga anjlok 11,241 poin (1,86%) ke level 592,108.
Aksi beli investor sempat mengangkat dua indeks acuan saham syariah ke zona merah. Namun kondisi regional, khususnya bursa Tiongkok yang berguguran, membuat investor kembali keluar dari pasar modal.
Alhasil, memasuki sesi penutupan perdagangan, ISSI dan JII tersungur masuk zona negatif.
Transaksi perdagangan saham syariah di awal 2016 hanya mampu mencetak angka Rp 2,53 triliun. Aksi beli hanya sanggup mengangkat 47 emiten syariah ke zona hijau. Sisanya, 137 penghuni ISSI bergerak turun dan 50 lainnya bertahan stagnan.
Hampir seluruh penghuni indeks bluechips syariah juga berguguran. Hanya 4 emiten yang ditutup menguat ditengah koreksi tajam dari 24 penghuni JII.
Investor melepas saham-saham di sektor perkebunan yang rontok 3,52 persen. Saham ini memang menjadi buruan investor jelang penutupan akhir tahun.
Saham-saham yang mencetak koreksi di perdagangan perdana 2016 ini adalah INTP yang turun Rp 1.000, UNVR Rp 1.000, UNTR Rp 850, LPPF Rp 325, dan ICBP Rp 275 per saham.
Sebaliknya, empat emiten syariah unggulan yang masuk jajaran top gainer adalah INDF yang menguat Rp 125, TLKM Rp 35, MPPA Rp 30, dan AKRA Rp 25 per saham.
Aksi jual investor memang mendorong bursa saham Indonesia tersungkur di awal 2016. Terlihat laju Indes Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 67,089 poin (1,46%) ke level 4.525,919.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya