Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wow, Prestasi Indonesia Di Asian Games 2018 Disambut Baik Oleh Indeks Syariah.
Dream - Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti ikut bersorak menyambut perolehan empat medali kontingen Indonesia di Asian Games 2018. Tiga indeks acuan saham syariah bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan harian, Senin 20 Agustus 2018.
Pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), naik 3,059 poin (1,78%) ke level 175,383. Indeks ISSI " perkasa" setelah menguat di level 173,477 poin dan menyentuh level tertinggi di 176,028.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) menanjak 13,976 poin (2,22%) ke level 643,844 poin. Indeks JII70 menguat 4,461 poin (2,11%) ke level 215,698.
Investor yang tak ragu melantai di bursa ini lebih sering membeli saham syariah. Alhasil, 183 saham syariah terangkat. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, sebanyak 56,55 miliar lembar saham syariah diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai transaksi Rp4,77 triliun.
Motor penggerak bursa saham syariah berasal dari aksi beli pemodal lokal. Awal pekan ini asing masih belum mengubah posisi jual sahamnya. Nett sell asing berkurang tipis menjadi Rp334 miliar.
Alhamdulillah, semua indeks sektoral menghijau. Investor lebih tertarik untuk bermain saham di sektor industri, yaitu industri aneka dan industri dasar. Saham industri aneka melesat 3,56 persen dan industri dasar 2,69 persen. Penguatan saham ini diikuti oleh industri pertambangan sebesar 2,47 persen dan manufaktur 2,07 persen.
Saham UNTR meroket Rp1.575, ITMG Rp1.450, dan INTP Rp1.425. Kenaikan saham ini diikuti oleh saham LPPF yang harganya menguat Rp575 dan INCO Rp320.
Sebaliknya, ada tiga saham yang terkoreksi, yaitu UNVR yang turun Rp175, TPIA Rp125, dan ICBP Rp50.
Sayangnya, sentimen positif ini tak sampai menjangkau pasar uang. Kurs rupiah terkoreksi 4 poin ke level Rp14.597 per dolar AS. Dolar juga sempat menguat di level tertinggi, Rp14.614 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya