7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ngomong-ngomong Berapa Bayaran Yang Diterima Seorang Stuntman? (Foto: Pixabay)
Dream – Nama Suddum So (Saddum) menjadi sorotan warganet belakangan ini. Dia disebut-sebut sebagai pemeran pengganti (stuntman) Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika melakukan aksi free style dengan Yamaha FZ1 untuk upacara pembukaan Asian Games 2018.
Profesi sebagai stuntman di dunia hiburan memang sudah banyak bertebaran. Biasanya mereka melakukan aksi-aksi berbahaya yang tak dilakukan langsung oleh para selebriti.
Dengan risiko cedera bahkan bertaruh nyawa, tak heran jika penghasilan para stuntman tak bisa dipandang sebelah mata.

Dikutip dari Job Monkey, Senin 20 Agustus 2018, gaji seorang stuntman untuk mereka yang bekerja di Amerika Serikat (AS) rata-rata mencapai US$70 ribu atau Rp1,02 miliar per tahun,
Namun untuk stuntman newbie yang belum punya nama, seorang pemeran pengganti mendapatkan bayaran sebesar US$5 ribu (Rp72,92 juta) per tahun.
Penghasilan para stuntman memang bervariasi tergantung tingkat kesulitan aksi yang dilakukannya.
Seorang stuntman bisa mendapatkan bayaran tertinggi sebesar US$250 ribu sekitar Rp3,64 miliar per tahun.
Malah, ada seorang pemeran pengganti yang dibayar US$150 ribu (Rp2,18 miliar) hanya untuk lompat dari CN Tower di Kanada. Sekadar informasi, ketinggian gedung ini mencapai 533 meter. Kamu bisa melakukannya?
Tapi, kok, bayaran seorang stuntman besar banget, ya?
Orang yang cocok bekerja sebagai seorang pemeran pengganti ini, sebenarnya, orang yang punya passion yang tinggi dan suka dengan tantangan. Kalau perlu, yang membuat adrenalinnya terpacu.
Pekerjaan ini mewajibkan seorang pemeran pengganti “ berakting” untuk menggantikan pemeran-pemeran film yang melakukan adegan berbahaya.
Misalnya, kebut-kebutan dengan supercar atau lompat dari gedung yang tinggi. Aksi ini sukses “ memoles” penampilan aktor/aktris menjadi ciamik di film laga.
Pekerjaan mereka juga tidak sembarangan. Setiap aksi tentu sudah diperhitungkan matang-matang, seperti direncanakan, dipraktikkan, dan dikaji. Mereka juga membuat aksinya seaman mungkin.
Tak ada syarat pendidikan tertentu untuk menjadi seorang pemeran pengganti. Jika berminat untuk mengasah keterampilan sebagai seorang pemeran pengganti, kamu bisa mengasah keterampilan di sekolah stuntman, misalnya International Stunt School.
Di sana, seseorang bisa belajar tentang keterampilan mengemudi, seni bela diri, dan belajar caranya “ jatuh” dengan selamat. Ada juga pelajaran tentang cara bertempur dengan senjata atau tanpa senjata. Sekolah akrobatik ini biasanya berlangsung selama satu bulan dan biayanya sangat mahal.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?