Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (http://images.humanresourcesonline.net.s3.amazonaws.com/)
Dream - Memimpin sebuah tim tidak mudah dan membutuhkan keterampilan khusus yang tidak semua orang memilikinya. Bahkan jika Anda memiliki keterampilan ini, di beberapa titik, Anda akan dihadapkan dengan tantangan yang berhubungan dengan seorang karyawan yang tak bahagia.
Meskipun jarang menjadi masalah serius, Anda perlu belajar enam praktik terbaik berikut untuk mengelola karyawan yang tidak bahagia yang dikutip dari Enterpreneur, Sabtu, 18 Juli 2015. Hari Lebaran menjadi momentum untuk mengatur karyawan yang tak bahagia di kantor.
Menilai situasi secara menyeluruh
Menilai dan menganggap adalah dua kata yang sangat berbeda. Sebelum Anda membuat kesimpulan, luangkan waktu untuk menggali dan benar-benar mencari tahu apa yang terjadi dengan karyawan yang tak bahagia.
Cari tahu mengapa mereka marah. Mereka bisa marah dengan Anda, status pekerjaan mereka saat ini atau rekan-rekan mereka. Ada juga kemungkinan bahwa mereka tidak bahagia karena sesuatu yang tidak berhubungan dengan tempat kerja.
Jika masalah berasal dari dalam perusahaan Anda, kumpulkan informasi sebanyak mungkin sebelum memutuskan bagaimana harus bertindak. Tetapi bahkan jika itu faktor gaya hidup yang mempengaruhi perilaku karyawan Anda, jangan mengabaikannya hanya karena berasal dari luar perusahaan Anda. Menawarkan bantuan, baik melalui program bantuan karyawan resmi atau cara lain, akan membangun loyalitas mereka kepada perusahaan Anda.
Jangan menunggu
Waktu terbaik untuk mengatasi situasi adalah secepatnya. Semakin lama Anda menunggu untuk mengatasi masalah meski sudah mengetahui penyebabnya, semakin banyak waktu terbuang sia-sia. Mungkin akan terjadi percakapan tidak menyenangkan, tetapi hal itu tetap akan terjadi.
Selain itu, setelah selesai menghadapi situasi tersebut, Anda mungkin perlu untuk berbicara kepada seluruh karyawan. Dengan membuat pernyataan yang jelas akan membuat karyawan lain tahu bahwa situasi telah ditangani dengan baik.
Menjaga privasi
Setelah semua situasi sudah teratasi, langkah terbaik selanjutnya adalah bertemu dengan karyawan yang tak bahagia secara pribadi. Langkah ini tidak hanya melindungi Anda dari gosip karyawan lain, tetapi juga memberi persepsi soal keamanan bagi karyawan.
Mungkin dengan melakukan pendekatan personal, karyawan tak bahagia bisa mengutarakan alasan sebenarnya sehingga Anda bisa mencarikan solusi dalam suasana yang pribadi. Dokumentasikan percakapan Anda dengan karyawan dan buat rincian dari setiap resolusi Anda.
Minta karyawan menandatanganinya untuk mencegah mereka membuat kekacauan akibat kata-kata " katanya, dia berkata" yang akan mempengaruhi lingkungan Anda bekerja di masa depan.
Selalu menjaga emosi dan bersikap tenang
Bekerja di kantor yang panas memang tidak nyaman, entah itu mengacu pada suhu atau suasana yang tercipta. Penting untuk selalu menjaga kepala tetap dingin saat menangani karyawan yang tidak bahagia. Jika mereka mulai marah, berbicaralah dengan lembut dan berikan mereka waktu untuk menenangkan diri. Jika situasi memanas, minta mereka untuk tetap profesional dengan ramah.
Jika tidak membantu, keluar dari situasi tersebut dan beri mereka ruang untuk mengekspresikan kemarahan secara pribadi, tanpa Anda terlibat di sana. Karyawan yang tidak nyaman menangani emosi mereka mungkin perlu beberapa waktu untuk memproses diri sendiri sebelum mereka kembali dan bisa berkomunikasi secara profesional.
Semua butuh waktu
Sebagai profesional bisnis, kita selalu ingin memperbaiki masalah secepat mungkin. Namun tidak semuanya bekerja dalam setiap situasi. Perlu diingat ketika berhadapan dengan karyawan yang tidak puas mungkin diperlukan lebih dari satu pertemuan untuk bisa keluar dari masalah. Jika seseorang tidak merasa puas selama satu bulan, bisa jadi tidak akan selesai dalam pertemuan yang hanya satu jam.
Selalu buat catatan
Yang paling penting, selalu dokumentasikan percakapan, pertemuan dan hasilnya. Langkah itu penting untuk keselamatan Anda dan karyawan. Mungkin catatan itu bisa menyelamatkan Anda dari gugatan. Kita semua berharap untuk menyelesaikan masalah karyawan tak bahagia dengan akhir yang bahagia.
Sayangnya, upaya untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah karyawan tak bahagia tidak semuanya berakhir seperti ini. Alih-alih mendapat hasil positif, Anda mungkin dalam posisi terpaksa mengeluarkan rencana perbaikan kinerja atau pemutusan hubungan kerja. Selalu ingat, tidak setiap pekerjaan tepat untuk semua orang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam