7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (Merdeka.com)
Dream - Usai menggelar pertemuan selama empat jam, bank sentral dan otoritas moneter Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) akhirnya melahirkan sejumlah kesepakatan. Dua isu penting dunia menjadi perhatian para gubernur bank sentral.
" Dalam pertemuan tahunan didahulukan pertemuan expert di bidang macro-prudential dan market deepening. Pertemuan juga mengundang lembaga-lembaga yang memberi masukan khususnya dari IDB (Bank Pembangunan Islam)," kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dalam keterangan pers di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 6 November 2014.
Agus memaparkan, para gubernur bank sentral sepakat perlu adanya antisipasi kemungkinan tekanan global dalam bentuk kebijakan dan infrastruktur pendukung yang tepat.
" Macroprudential harus terus dapat diperkaya," kata Agus.
Para gubernur bank sentral juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama dan capacity building, dalam memperkuat kebijakan makroprudensial dan pendalaman pasar keuangan.
Butir kesepakatan lain yakni, gubernur bank sentral negara OKI meminta dukungan lembaga internasional, untuk membantu membangun standar internasional yang lengkap. Khususnya untuk makroprudensial dan financial deepening.
" Untuk bisa melakukan peningkatan capacity building, kami diantara OKI termasuk lembaga IDB akan membantu hal ini," ujar mantan Menteri Keuangan ini.
Peran lembaga seperti AAOIFI (Lembaga Keuangan Syariah Dunia) juga diharapkan dalam membangun standar internasional yang lebih lengkap termasuk data dan informasi yang diperlukan.
Dalam upaya pendalaman pasar keuangan, gubernur bank sentral anggota OKI juga menganggap perlunya peningkatan kualitas yang inklusif. Secara khusus bahkan diupayakan pengelolaan zakat dan waqaf sesuai best practices, sehingga dapat dimobilisasi dengan lebih baik.
" Di financial inclusion, kita minta pendalaman zakat dan wakaf. Kami melihat ini tak hanya bagian kewajiban Islam tetapi bisa dilakukan pemberdayaan. Juga bisa dikembangkan menjadi sebuah sistem keuangan," kata Agus. (Ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?