Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Industri keuangan mendapatkan angin segar dari pemerintah kabinet Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Pemerintah akan menggalakkan transaksi non-tunai dalam penyaluran anggarannya.
" Kita sekarang ke arah paper less community," kata Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin di Surabaya, Jawa Timur, kemarin. Kebijakan ini, kata Lukman, ditempuh sebagai langkah efisiensi penggunaan uang tunai.
Menurut Lukman, penerapan transaksi non-tunai bahkan akan merambah Pondok Pesantren (Ponpes). Seluruh Ponpes yang ada diharapkan mulai melakukan efisiensi dengan transaksi non-tunai tersebut.
" Tinggal tunggu waktu saja, kita tak lagi pakai uang tunai. Saya kira Ponpes harus sudah mulai ke arah sini," kata politisi PPP ini.
Diungkapkannya, ponpes saat ini diupayakan untuk memiliki posisi strategis di tengah era globalisasi yang tak terelakkan. Setidaknya, terdapat tiga hal yang diupayakan Kemenag yaitu kesetaraan regulasi, kesetaraan program, dan kesetaraan anggaran.
" Ketiga ini kami upayakan betul. Mesti belum sesuai harapan tapi proses sudah on the track," ujar Lukman.
Diakui Lukman, tantangan besar yang dihadapi Ponpes ke depan erat kaitannya dengan ekonomi. Saat ini, Ponpes seolah kewalahan dengan tingginya kepercayaan masyarakat dalam hal wakaf dan hibah. Ponpes dituntut untuk mengembangkan pemberian kepercayaan masyarakat tersebut.
" Ketika diserahkan ponpes punya tanggung jawab besar untuk mendayagunakan aset ini. Di sinilah perlunya peningkatan keterampilan pengelola Ponpes agar bisa meningkatkan kemandirian ekonomi," ujarnya. Bank Indonesia diakui berperan besar dalam memberikan asistensi untuk peningkatan kapasitas dan kapabilitas Ponpes. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya