Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pengumuman pertumbuhan ekonomi yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) pada siang ini memberikan sentimen negatif bagi para investor. Pasalnya, BPS mencatat ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,01% di triwulan III-2014 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 5,12% (year-on-year). Ini merupakan yang terendah sejak 2009.
Realisasi ini berdampak dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menipis 4,108 poin atau 0,08% ke level 5.061,957 pada penutupan perdagangan sore ini, Rabu, 5 November 2014.
Padahal, sebelum pengumuman pertumbuhan tersebut, pemodal asing sudah dalam posisi beli. Bahkan, indeks sempat berada di posisi tertinggi di level 5.087,957. Sayangnya, mereka berbalik melakukan aksi jual beberapa jam menjelang penutupan.
Melemahnya IHSG ikut berimbas pada dua bursa saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup melemah 0,200 poin atau 0,12% ke level 161,879 dan sempat berada di posisi terendah di level 161,392.
Perdagangan berlangsung sepi, pelaku pasar mentraksaksikan hanya 26 juta saham dengan menggelontorkan dana hingga Rp 3 triliun.
Namun, indeks saham bluechips syariah Jakarta Islamic Index (JII) mencatat penguatan tipis 0,986 poin (0,15%) ke level 665,431.
Ada 9 emiten syariah masuk dalam zona hijau dalam daftar saham-saham bluechips syariah, sedangkan 4 emiten stagnan, dan selebihnya berada di zona merah.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.130 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.105 per dolar AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya