7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kantor OJK
Dream - Industri keuangan syariah di masa depan diharapkan bisa membiayai sejumlah mega proyek di Tanah Air. Bukan tidak mungkin, pembangunan Bandara, pesawat terbang, dan sejumlah proyek infrastruktur lain bisa dibiayai dana syariah.
Harapan tersebut disampaikan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad dalam Bincang Nasional tentang Pemberdayaan Lembaga Pesantren dalam Menjawab Tantangan Global serta Mendorong Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Kantor Perwakilan BI, Surabaya, Rabu, 5 November 2014.
" Industri keuangan syariah harus mampu menyediakan pembiayaan jangka panjang," kata Muliaman.
Menurut Muliaman, industri keuangan syariah di Indonesia memang memiliki tiga tugas utama yang harus segera diselesaikan.
Ketiga tugas tersebut adalah membuka akses seluasnya kepada masyarakat, memberikan layanan kepada kelompok masyarakat menengah, dan menyediakan pembiayaan jangka panjang.
Muliaman mengakui, selama ini OJK memang senantiasa mendengar keluhan sulitnya masyarakat mendapatkan akses keuangan. Padahal di beberapa negara Afrika, program kemiskinan justru dilakukan dengan membuka akses seluasnya nagi masyarakat.
Sementara terhadap layanan pada masyarakat kelas menengah, OJK melihat pertumbuhan kelas sosial baru ini akan membutuhkan produk keuangan yang lebih inovatif.
" Kalangan ini juga memerlukan makanan halal, busana muslim, wisata syariah. Ini semua bisa memerlukan akses keuangan syariah," katanya.
Untuk menyebarluaskan akses tersebut, OJK berharap peran Pondok Pesantren bisa membantu mengubah paradigma keuangan dari micro financial menjadi financial inclusion.
" Akses selalu dibuka tapi seringkali tak bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya. Mendekatkan keuangan itu baru separuh perjalanan, selanjutnya adalah pemberdayaan," kata Muliaman.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?