7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi
Dream - Jawa Timur (Jatim) bakal menjadi proyek percontohan pengembangan keuangan syariah di Indonesia. Dukungan Pondok Pesantren (Ponpes) diharapkan bisa membumikan sistem keuangan Islami ini di kota ujung Pulau Jawa tersebut.
" Tempat melakukan hal itu semua ada di Jawa Timur," tegas Gubernur Jawa Timur Soekarwo.
Hal itu disampaikan Soekarwo dalam penandatangan nota kesepahaman antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan 17 pengasuh Ponpes di sela Bincang Nasional tentang Pemberdayaan Lembaga Pesantren dalam Menjawab Tantangan Global serta Mendorong Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Kantor Perwakilan BI, Surabaya, Rabu, 5 November 2014.
Soekarwo mengaku heran, dengan 96,7 persen penduduk muslim di Indonesia, baru sekitar 5 persen yang telah menggunakan jasa keuangan syariah.
Selain itu, pembiayaan syariah selama ini juga dianggap masih terlalu mahal dibandingkan konvensional. " Harusnya bisa lebih murah dari konvensional. Baru ini bisa membumi menjadi landasan filosofis Islam," katanya.
Sebagai provinsi besar, Jatim dianggap memiliki potensi keuangan syariah yang cukup besar. Tercatat 36,7 juta penduduk Jatim beragama Islam.
Dukungan jasa keuangan syariah juga sudah mulai terasa dengan kehadiran 23 Bank Umum Syariah, 31 Unit Usaha Syariah, 31 Bank Perkreditan Syariah, serta lembaga non perbankan lain yang bergerak dengan prinsip syariah.
Pertumbuhan ekonomi yang dicapai Jatim juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Pada sementer I-2014, ekonomi Jatim tumbuh 6,17 persen ata 1 persen lebih tinggi dari pertumbuhan nasional.
Sumber pertumbuhan ekonomi Jatim juga kini mulai beralih dari pertanian ke sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Diikuti industri pengolahan dan pertanian.
Di sisi perdagangan, Jatim telah melakukan transaksi dengan 26 provinsi di Indonesia dengan membukukan surplus hingga Rp 80 triliun. Sayang tingginya laju impor, membuat neraca perdagangan luar negeri Jatim masih mencatat defisit.
" Ini pasar yang luar biasa kalau Ponpes bisa dilatih keahlian entrepreneurship," ujar Pakde Karwo, sapaan Soekarwo. (Ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?