7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Pembukaan ISEF 2014 (Dream.co.id/Syahid)
Dream - Gema ekonomi syariah tengah membahana di Surabaya, Jawa Timur. Usai memantapkan diri sebagai provinsi pertama yang menerapkan keuangan syariah di Indonesia, hajatan besar festival ekonomi syariah Indonesia (Indonesia Sharia Economic Festival/ISEF) 2014,resmi dibuka di kota Pahlawan ini.
Wakil Presiden Jusuf Kalla didaulat untuk membuka ISEF 2014 yang diselenggarakan Bank Indonesia di Lapangan Makodam Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 5 November 2014. Hajatan kali ini dibuka dengan acara Bersatu dalam Lantunan Shalawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf.
Hadir dalam acara ini Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, Gubernur Jatim Soekarwo. Hadir pula sejumlah gubernur bank sentral negara-negara anggota OKI, Duta Besar, dan anggota Dewan Gubernur BI.
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla mengatakan festival artinya bergembira bersama-sama untuk kegiatan yang memberikan kemajuan pada masyarakat." Kita semua bergembira karena semua mempunyai kemampuan untuk memajukan semua. Modal terpenting adalah kedamaian," kata Jusuf Kalla.
Indonesia, lanjut Kalla, selama ini cukup bergembira karena punya kekayaan yang sangat besar. Namun kemajuan tak cukup hal tersebut, dibutuhkan kerja keras, kemajuan, dan keilkhasan semua.
" Kita berzikir untuk memajukan bangsa ini. Kita melakukan dakwah bil hal dan billisan," ujarnya.
Kalla yakin, bank yang sesuai ajaran agama, sesuai aturan, tentunya akan membantu masyarakat yang setia mengikuti perbankan tersebut.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia AGUS Martowardojo mengatakan Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah pertemuan bank sentral dan otoritas moneter negara OKI.
Posisi ini menjadi strategis karena OKI merupakan organisasi terbesar kedua setelah PBB. Organisasi ini punya peran strayegis dalam mewakili aspirasi umat islam di dunia internasional.
" Dalam pertemuan ini akan dibahas sejumlah isu penting keuangan syariah, zakat. Financial inclusion," katanya.
Agus menjelaskan, kegiatan ISEF bertujuan untuk mengenalkan dan mendekatkan masyarakat pada produk syariah. Meningkatkan peran pesantren dalam mendorong ekonomi syariah.
" Ekonomi syariah akan jadi pilar terpenting dalam ekonomi nasional," kata Agus.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?