7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Asuransi Syariah.
Dream - Penetrasi asuransi syariah terhadap populasi di Indonesia masih relatif kecil. Perusahaan syariah menyebut kecilnya penetrasi asuransi syariah disebabkan oleh kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.
" Market besar sekali. Kami, perusahaan asuransi, tidak mampu melakukan sosialisasi sendirian," kata Direktur Utama Adira Insurance, Indra Baruna, dalam acara " Perkembangan Layanan Keuangan Berbasis Syariah di Indonesia" di Jakarta, Rabu, 8 Juni 2016.
Indra mengatakan sosialisasi tentang asuransi syariah tak bisa dilakukan oleh perusahaan asuransi. Hal ini memerlukan kerja sama dari berbagai pihak untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang produk keuangan syariah ini. " Sosialisasi harus dilakukan bersama," kata dia.
Indra menampik anggapan yang menyebut sulitnya perizinan dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) yang membuat penetrasi asuransi syariah kecil sekali. Menurut dia, tidaklah sulit mendapatkan izin asuransi syariah dari DSN MUI.
Saat mengajukan produk asuransi syariah, lembaga ini akan memverifikasi apakah asuransi keuangan syariahnya sudah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. " Kalau sesuai aturan, nggak ribet," kata dia.
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), porsi penetrasi asuransi jiwa syariah terhadap populasi jumlah penduduk Indonesia sangat kecil, bahkan di bawah 1 persen. Angka penetrasi asuransi jiwa syariah pada Maret 2016 sebesar 0,075 persen. Angka ini tak menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan angka Desember 2015 yang mencapai 0,076 persen.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?