Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Polisi Abu Dhabi Mencekal 50 Orang Yang Terlibat Dalam Investasi Bodong.
Dream – Lebih dari 50 orang ditangkap polisi atas dugaan kasus investasi mobil. Penipuan ini merugikan lebih dari 3.700 orang. Jumlah kerugiannya pun mencapai 2,3 miliar dirham atau setara Rp8,34 triliun.
Dilansir dari Khaleej Times, Selasa 27 Juni 2017, Penuntut Umum Abu Dhabi, Ali Mohammed Abdulla Al Baloushi, mengatakan 54 orang digiring ke pengadilan kriminal atas tuduhan charges of fraud, pencucian uang, dan praktik bisnis profesional tanpa lisensi.
Polisi Abu Dhabi menangkap gerombolan ini pada Maret 2017 setelah enam bulan mengintai aktivitas mereka. Penangkapan ini juga berdasarkan pada laporan 400 investor tentang bisnis mobil.
Puluhan orang ini memiliki peran yang berbeda dalam kasus investasi bodong ini. Ada yang berperan sebagai otak penipuan dan ada juga yang menjadi agen untuk menjerat mangsa. J
Jaksa penuntut umum menemukan bukti berupa uang tunai sebesar 53 juta dirham (Rp192,24 miliar) yang disimpan di rumah pelaku dan showroom mobil dan 100 juta dirham (Rp362,72 miliar) lainnya di akun rekening bank yang telah dibekukan.
Pegawai Kejaksaan Agung mengatakan penipuan ini mengiming-imingi investor keuntungan 100 persen. Namun, kenyataannya keuntungan hanya sebesar 70-80 persen.
Tuduhan lainnya adalah mereka tidak mengantongi izin otoritas untuk bisnis mobil. Jaksa mengatakan ada 423 mobil yang disimpan di 16 showroom dan 3.700 cek. Hasil investigasi juga menemukan bahwa pelaku menjaring mangsanya dengan pembelian mobil di tempatnya dan dijual dengan harga lebih tinggi daripada harga pasar. Tujuannya untuk mendapatkan keuntungan tinggi.
Parahnya, para pelaku menggunakan uang investor untuk membeli barang-barang mewah, mulai dari mobil mewah sampai dengan unta senilai 10 juta dirham (Rp36,27 miliar). (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya