Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Usai dilanda kepanikan akibat aksi jual besar-besaran asing, bursa saham Indonesia kembali bergerak positif. Investor memanfaatkan saham-saham yang harganya sempat berguguran.
Aksi beli sedikit tertahan akibat laju indeks bursa saham Asia yang bergerak melemah. Kurs rupiah yang terkoreksi juga memaksa pelaku pasar bersikap waspada.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 10 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 1,985 poin (1,26%) ke level 159,403.
Berbeda dengan kemarin, laju ISSI cukup nyaman di zona hijau. ISSI sempat menyentuh level tertingginya di 160,374 dan terendah 158,006.
Pagi ini, ISSI dibuka menguat 0,632 poin ke level 158,050.
Melantainya pemilik dana membuat 115 emiten syariah menutup perdagangan di zona positif. Namun, 76 penghuni ISSI lainnya masih tertekan aksi jual dan 45 emiten bertahan stagnan.
Pelaku pasar mengucurkan dana hingga Rp 3,04 triliun untuk mendukung transaksinya hari ini. Alhasil, 36,79 miliar saham berpindahtangan sepanjang perdagangan.
Rebound tipis juga dicetak saham-saham bluechips syariah. Menguat 9,049 poin (1,38%), indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup di level 664,749.
Kenaikan JII ditopang menguatnya harga saham dari 19 emiten unggulan syariah. Sisanya, 9 emiten bluechips syariah bergerak melemah dan 2 lainnya stagnan.
Saham UNVR menjadi incaran pelaku pasar sekaligus memimpin daftar pencetak kenaikan harga saham tertinggi (top gainer) dengan kenaikan Rp 1.650 per saham. Disusul AALI yang naik Rp 725, UNTR Rp 500, AKRA Rp 300, dan SILO Rp 300 per saham.
Sebaliknya, saham-saham yang menghuni top losser adalah LPPF yang melemah Rp 400, SSMS Rp 80, INCO Rp 40, WIKA Rp 40, dan SCMA Rp 30 per saham.
Pasar modal Indonesia di pertengahan pekan ini memang tengah dilanda aksi beli. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengaut 33,675 poin (0,69%) ke level 4.933,557.
Lantai bursa berhasil menghimpun dana Rp 4,98 triliun dengan 49,08 miliar saham.
Laju positif bursa saham nasional ini terjadi di tengah koreksi pasar modal regional. Indeks Hang Seng dan Nikkei sore ini melemah 1,12 persen dan 0,25 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya