Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Indeks acuan saham syariah akhirnya mendekam di zona merah sepanjang sesi perdagangan. Kecemasan pelaku pasar dipicu laju bursa regional yang melemah.
Empat sektor saham menjadi sasaran aksi jual investor. Lantai bursa hanya menyisakan emiten perkebunan di zona hijau.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 25 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 1,220 poin (0,76%) ke level 158,816.
Sepanjang perdagangan, indeks acuan saham syariah di BEI ini mendekam di zona merah. ISSI mencapai posisi terendahnya di sesi penutupan dan sempat menguat ke level tertinggi di 159,750.
Laju ISSI terseret oleh pelemahan harga saham yang melanda 109 emiten syariah. Beruntung masih ada kenaikan harga saham dari 64 emiten yang menahan ISSI turun lebih dalam.
Transaksi perdagangan saham syariah mencetak angka Rp 3,15 triliun denan 36,56 miliar saham yang beralihtangan.
Kondisi tak jauh berbeda dialami saham-saham bluechips syariah. Terkoreksi 6,581 poin (0,99%), Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah di level 659,790.
Dari 30 emiten JII, lebih dari separuhnya atau 18 emiten bergerak melemah. Sisanya, 11 emiten unggulan syariah ditutup menguat dan 1 lainnya stagnan.
Emiten bluechips syariah yang menghuni daftar top gainer kali ini adalah SILO yang menguat Rp 300 per saham. Disusul, AALI yang naik Rp 275, AKRA Rp 200, SSMS Rp 45, dan ASRI Rp 40 per saham.
Sementara motor penggerak JII justru menghadapi tekanan dan masuk daftar top losser. Diantaranya, UNTR yang melemah Rp 1.350, UNVR Rp 625, LPPF Rp 350, SMGR Rp 200, da INDF Rp 150 per saham.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini juga ditutup melemah 33,474 poin (0,68%) ke level 4.920,042.
Lantai bursa mencetak transaksi bernilai Rp 5,2 triliun dengan Rp 150 miliar diantaranya merupakan nett sell asing.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya