Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Energi negatif, entah yang bersumber dari hal yang berkaitan dengan pekerjaan atau tidak, memiliki sifat merusak di tempat kerja.
Jika berada dekat dengan orang yang kehidupan atau karirnya sedang 'down' setiap hari, Anda secara tidak sadar juga akan terkena dampaknya.
Meski mereka tidak bermaksud meracuni Anda, namun kurangnya antusiasme mereka bisa menular ke Anda. Sama seperti ketika lingkungan yang optimis memotivasi Anda untuk meningkatkan diri dan menjadi lebih produktif.
Seperti dikutip dari Gulf News, Kamis, 25 Juni 2015, berikut ini beberapa strategi agar Anda tidak tertular energi negatif yang akan meracuni produktivitas atau profesionalitas Anda.
Membaca situasi dan kondisi
Jika mendengar seseorang sedang mencoba untuk mengatakan sesuatu hal yang negatif namun Anda mengabaikannya, Anda kemungkinan akan terhindar dari pengaruh energi negatif yang merusak.
Contohnya, jika manajer membuat keputusan yang bisa memperbaiki kondisi pekerjaan dan rekan Anda bereaksi dengan berkata, " Lalu apa? Itu tidak akan mengubah apa pun" . Jangan membenarkannya secara mentah-mentah.
Coba lihat situasi dan lakukan penilaian pada diri Anda, apakah yang dibuat manajer itu bisa memperbaiki kondisi atau tidak. Jika memang iya, berarti rekan Anda mungkin sedang stres, tidak suka dengan manajer itu, atau punya sikap selalu pesimis dengan segala sesuatu.
Tidak selalu menghakimi diri sendiri
Bersikap kritis terhadap pekerjaan sendiri dan perusahaan adalah hal yang baik, jika dilakukan dalam batas yang sehat. Terlalu dalam mengkritik diri sendiri sangat merusak. Banyak orang yang jatuh ke dalam situasi ini menjadi tidak idealis dan selalu merasa stres dengan kinerjanya, termasuk dalam membuat keputusan yang sulit.
Menjadi orang realistis dengan diri sendiri dan perusahaan akan membuat Anda bisa memahami mengapa beberapa keputusan harus dibuat atau mengapa kualitas tertentu sulit dipaksakan ke tingkat yang lebih tinggi. Namun bukan berarti tidak ada cara untuk mengatasinya. Anda mungkin harus mencari jalan lain yang lebih baik tanpa membawa energi negatif ke sekitar rekan Anda.
Hindari konflik personal
Anda mungkin ingin menjaga hubungan pribadi dengan beberapa rekan kerja Anda. Namun secara terus-menerus tenggelam dalam kehidupan pribadi mereka mungkin akan merugikan Anda. Menunjukkan empati dan pengertian, serta menjadi pendengar yang baik memang diperlukan, sepanjang dilakukan seperlunya.
Intinya, jangan terseret ke dalam kehidupan pribadi orang lain. Jika Anda menawarkan bantuan, katakan secara definitif dan jelas. Jika tidak, dapat mempersulit hubungan kerja.
Juga, usahakan memisahkan masalah kerja dengan kehidupan pribadi. Mungkin hal-hal yang tak berkaitan dengan pekerjaan bisa dibicarakan di waktu istirahat atau saat pulang kerja.
Jika memang bicara masalah pribadi di tempat kerja, Anda harus menjaga agar tidak melebar ke mana-mana. Atau Anda bisa langsung kembali ke masalah kerja. Hal ini akan memberi sinyal kepada rekan bahwa Anda tidak suka menghabiskan jam kerja untuk mengobrol.
Ketahui gejala Anda
Jika Anda merasa down, kurang antusias tentang pekerjaan atau sedang tidak mood, mungkin Anda telah jatuh ke dalam perangkap energi negatif. Periksa lagi perasaan dan tindakan Anda secara serius, dan lihat apakah ada alasan yang menyebabkannya.
Jika alasannya karena Anda mendengar dari orang lain dan bagaimana mereka bersikap tentang pekerjaan mereka, cobalah melihat ke dalam situasi Anda sendiri. Mungkin Anda berada dalam posisi yang jauh lebih baik dari mereka, Anda bahkan mungkin melihat bahwa pendapat mereka sendiri dipengaruhi dengan masalah-masalah pribadi dan pandangan mereka sendiri.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya