Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dirut PLN, Sofyan Basir, Ditetapkan Sebagai Tersangka Oleh KPK.
Dream – Komisi Pemberantan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir, sebagai tersangka kasus korupsi pembangunan PLTU Riau-1. Kasus tersebut melibatkan mantan anggota Komisi VII, Eni Saragih, dan mantan Menteri Sosial, Idrus Marham.
“ KPK meningkatkan penyidikan SFB, Direktur Utama PLN diduga membantu Eni Saragih selaku anggota DPR RI, menerima hadiah dari Johannes Kotjo terkait kesepakatan kontrak pembangunan PLTU Riau-1,” kata Komisioner KPK, Saut Situmorang, dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 24 April 2019.
Sofyan Basir ditunjuk sebagai dirut PLN pada 23 Desember 2014. Dia menggantikan posisi Nur Pamudji sebagai pemimpin BUMN setrum itu.
Sofyan bukan orang baru di kalangan perusahaan pelat merah. Dia sudah dua kali menjabat sebagai direktur utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) selama dua kali, yaitu 17 Mei 2005 dan kemudian terpilih kembali pada 20 Mei 2010.
Lulusan diploma STAK Trisakti ini membesarkan kariernya di industri perbankan. Sebelum BRI, Sofyan menempa diri di PT Bank Duta pada 1981, lalu melanjutkannya di PT Bank Bukopin Tbk
Sofyan Basir memang besar di industri keuangan, khususnya perbankan. Sebelum di BRI, ia menduduki jabatan Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk. Karier perbankan Sofyan dimulai pada tahun 1981 di Bank Duta, dilanjutkan pada 1986 dengan bergabung di Bank Bukopin.
Kemampuan manajerial Sofyan Basir ditempa di Bukopin. Di bank yang dulu dimiliki oleh Koperasi Pegawai Bulog itu, ia menduduki beberapa jabatan manajerial seperti Direktur Komersial, Group Head Line of Business, dan juga menjadi Pimpinan di beberapa cabang di beberapa kota besar Indonesia.
Dikutip dari situs e-lhkpn, kekayaan Sofyan mencapai Rp106,64 miliar. Data ini berdasarkan laporan pada 30 November 2016.
Selain rupiah, dia juga punya harta berupa valuta asing senilai US$370 ribu (Rp5,22 miliar).
Berikut ini adalah rinciannya.
1. Harta tidak bergerak (tanah dan bangunan): Rp27.029.071.231.
2. Harta bergerak: Rp3.011.596.000
3. Surat Berharga: Rp2.690.550.000
4. Giro dan Setara Kas Lainnya: Rp63.783.894.661 dan US$370 ribu.
(Sumber: Liputan6.com/Arthur Gideon, KPK)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya