Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Ilustrasi Merokok. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pola hidup sehat mulai banyak diterapkan masyarakat. Salah satunya adalah semakin banyaknya pembatasan untuk para perokok di berbagai tempat. Di tempat kerja, para pegawai juga tak bisa dengan leluasa menghisap rokok.
Biasanya para pegawai perokok ini akan menuju ruangan khusus yang menyediakan tempat merokok. Namun aturan yang dibuat sebuah perusahaan di Jepang ini mungkin bisa membuat perokok sengsara.
Dikutip dari World of Buzz, Rabu 23 April 2019, sebuah perusahaan di Jepang melarang karyawannya untuk merokok selama jam kerja. Bukan hanya di kantor, ketentuan ini juga berlaku saat mereka sedang dinas di luar kantor di saat jam kerja.
Rencananya kebijakan perusahaan yang baru ini akan dimulai pada Jumat terakhir setiap bulan, mulai Oktober 2019.
Perusahaan itu adalah Softbank. Perusahaan ini juga akan memasukkan hari Rabu sebagai hari bebas rokok.
Meski terbilang keras, perusahaan tak berencana menerapkan hukuman bagi karyawan yang ketahuan tak patuh dengan aturan tersebut. Saat ini, karyawan yang melanggar kemungkinan besar akan mendapatkan peringatan tegas dari manajemen.
Karyawan yang sedang berada di jam istriahat juga masih diperbolehkan merokok di tempat yang telah ditetapkan.
Sementara itu, perusahaan Jepang yang lain hanya akan mempekerjakan orang non perokok untuk potensi baru. Kandidat juga akan diminta untuk mengungkapkan apakah mereka merokok atau tidak.
Upaya ini bertujuan untuk membantu pemerintah Jepang mengurangi jumlah perokok dari 17,7 persen menjadi 12 persen pada 2020.(Sah)
Tak hanya perusahaan, universitas juga tidak akan mempekerjakan karyawan yang merokok. Misalnya, Universitas Nagasaki yang baru-baru ini mengumumkan takkan mempekerjakan profesor atau guru yang merokok.
Pengecualian ini berlaku kalau mereka berjanjin untuk berhenti merokok setelah dipekerjakan.
Kebijakan ini tidak pernah terdengar dan tentu saja tidak pernah dipraktikkan oleh universitas negeri sebelumnya.
“ Tugas kami sebagai universitas adalah memelihara sumber daya manusia. Kami merasa wajib mencegah orang dari merokok karena beberapa perusahaan mulai tidak merekrut perokok,” kata Rektorat Universitas Nagasaki, Shigeru Kono.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya