7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Sumber Foto: Shutterstock
Dream - Makanan bergizi dapat memperkuat imunitas tubuh si kecil di masa pandemi Covid19. Tidak hanya itu, asupan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan anak dapat mendukung tumbuh kembangnya agar lebih optimal. Terutama agar terhindari dari stunting.

" Masa tumbuh kembang tak bisa digantikan. Tumbuh itu pada pertumbuhan badannya, dan kembang pada kecerdasannya. Untuk kecerdasan anak berkembang pesat pada 1000 hari pertama usianya," ujar Ahli Gizi, dr. Rita Ramayulis DCN M.Kes pada konferensi virtual #KejuAsliCheck KRAFT, 3 Desember 2021.
Dokter Rita menambahkan bahwa otak si kecil pada usia 2 tahun terbentuk hingga 70 persen dari otak orang dewasa. Momen inilah yang harus benar-benar diperhatikan para orangtua agar kecerdasan si kecil bisa berkembang optimal.
Masalah gizi anak tidak dapat disepelekan, karena ini sangat berpengaruh untuk kehidupannya di masa depan. Dokter Rita membagikan beberapa tips untuk menjaga nutrisi buah hati untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Anak memiliki lambung dengan ukuran yang lebih kecil sehingga tidak bisa menerima makanan dalam jumlah besar.
" Oleh karena itu, pemenuhan protein dan zat gizi mikronutrien harus diberikan di semua waktu makan mereka, yaitu pagi, siang, malam dan selingan pagi, sore dan malam," kata dr. Rita.
Kreativitas ibu tentunya dibutuhkan guna menghadirkan berbagai variasi menu yang disukai anak di setiap waktu.

" Pemilihan makanan bagi buah hati pun diupayakan harus padat gizi, sehingga volume makanan tidak terlalu besar," ujar dr. Rita.
Hal ini agar porsi si kecil tidak terlalu berat di satu kandungan saja. Misalnya, terlalu banyak karbohidrat dan sedikit protein. Upayakan makanan dengan porsi kecil tapi mencakup semua kebutuhan anak.
Terkait hal ini, salah satunya bisa disiasati dengan mengkombinasikan keju cheddar Kraft pada menu makan anak. Keju asli New Zealand mempunyai kandungan yang dilengkapi Calcimilk yang dapat memenuhi 30 persen kebutuhan kalsium harian, sumber vitamin D dan protein.
Label gizi pada kemasan makanan atau minuman seharusnya mencantumkan informasi terkait kandungan gizi produk. Label ini bisa membantu orangtua untuk memilihkan produk terbaik dengan kandungan yang memang dibutuhkan si kecil.
Hal ini juga selaras dengan anjuran Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) untuk melihat label pangan pada kemasan sebelum membeli.
Sejalan dengan hal ini, Kraft menghadirkan kampanye bertajuk #KejuAsliCheck. Ini merupakan inisiatif untuk membantu para Ibu dalam memilih keju cheddar dengan komposisi bahan baku yang tepat dan berkualitas.

“ Kami berharap dengan hadirnya kegiatan seperti ini dapat mendorong konsumen untuk bisa mengetahui pentingnya tentang membaca label pangan olahan guna mengetahui produk yang dibelinya itu sesuai dengan kebutuhannya," kata Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Konsumen Badan POM, Dra. Indriemayatie Asri Gani pada kesempatan yanjg sama.
Kampanye #KejuAsliCheck ini dapat dilakukan dengan dua cara mudah, yaitu memastikan keju pada urutan pertama komposisi (bukan air atau tepung). Yang kedua memiliki klaim nutrisi pada kemasan.

“ Berbekal semangat ‘Ibu Pintar Lengkapi Nutrisi’ KRAFT senantiasa akan terus menghadirkan produk berkualitas guna menginspirasi para Ibu dalam menghadirkan sajian lezat penuh nutrisi bagi buah hati,” ujar Dian Ramadianti, Senior Marketing Manager Keju Kraft pada kesempatan yang sama.
Badan POM dan Kraft mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas dengan tidak lupa checklist, cek kemasan, cek label, cek izin edar dan cek kedaluarsa.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?