Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Pertumbuhan Anak
DREAM.CO.ID - Asupan bergizi yang dikonsumsi seorang anak dalam masa tumbuh kembang sangatlah penting, salah satunya adalah kandungan zat besi. Asupan zat besi sangat penting bagi balita terutama untuk mencegah Anemia Defisiensi Besi (ADB).
Penting diketahui, pemenuhan zat besi tidak cukup hanya dengan memperbanyak sumber makanannya. Tubuh juga memerlukan faktor pendukung agar zat besi benar-benar terserap dengan baik, salah satunya melalui bantuan vitamin C.
Ahli Gizi RSU Andhika Jakarta Selatan, Reeza Rizkyana, mengatakan vitamin C berperan penting dalam meningkatkan daya serap zat besi, khususnya dari sumber nabati. Pasalnya, vitamin C mengandung asam askorbat yang mempermudah penyerapan zat besi.
“ Kenapa vitamin C itu bisa membantu untuk penyerapan zat besi? Karena di dalam vitamin C itu terdapat asam askorbat yang memang bisa membantu untuk mengubah zat besi lebih mudah dicerna di usus halus,” kata Rizkyana dalam siaran pers, dikutip Sabtu, 6 September 2025.
Dia menjelaskan asam askorbat yang terdapat pada vitamin C berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi non-heme dari makanan, terutama yang berasal dari sumber nabati. Cara kerja asam askorbat adalah dengan mereduksi zat besi dari bentuk ferri menjadi fero yang lebih mudah diserap usus.
Selain itu, vitamin C juga mencegah zat besi membentuk ikatan dengan senyawa penghambat penyerapan seperti fitat dan tanin. Oleh karena itu disarankan mengonsumsi vitamin C bersamaan dengan makanan kaya zat besi.
“ Tipsnya adalah menggabungkan makanan yang mengandung zat besi dengan makanan yang kaya vitamin C dalam waktu makan yang sama. Itu akan membuat serapan zat besi menjadi lebih optimal,” ujar Rizkyana.
Rizkyana menambahkan, salah satu asupan yang mengandung banyak zat besi adalah yang sudah terfortifikasi zat besi dan vitamin C seperti susu pertumbuhan.
Menurutnya, susu pertumbuhan juga dapat berperan sebagai pelengkap nutrisi anak, terutama ketika memasuki fase MPASI.
“ Jadi memang untuk peran susu pertumbuhan sendiri dalam fase MPASI adalah sebagai pelengkap nutrisi yang tidak didapatkan dari makanan sehari-hari,” ujarnya.

Dokter spesialis anak RSU Andhika, Efrianty, juga menyebut susu pertumbuhan terfortifikasi dapat menjadi pilihan. Sebab, susu pertumbuhan akan dapat melengkapi asupan gizi yang sudah dikonsumsi anak.
“ Pilih susu pertumbuhan yang diperkaya zat besi dan vitamin C, karena vitamin C membantu penyerapan zat besi. Jadi keduanya saling melengkapi,” ungkapnya.
Selain itu, Efrianty mengingatkan bahwa orang tua perlu memperhatikan cara pemberian susu agar tidak mengganggu penyerapan zat besi. Ia menekankan pentingnya mengatur jeda waktu antara makan utama dengan minum susu.
“ Kalau bersamaan, ibu sudah kasih zat besi, tetap saja anak bisa mengalami defisiensi karena zat besinya tidak dapat terserap,” ungkapnya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan