Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Dalam berkarier, tak sedikit karyawan yang meminta bantuan orang lain. Saran yang bermanfaat siapa tahu bisa membantu pengembangan karier mereka.
Namun, tak selamanya saran yang diberikan teman kerja atau rekan terdekat bisa efektif mengangkat karir kamu.
Sebut saja saran untuk mengikuti passion dalam berkarier. Saran seperti ini terkesan “ buta”. Memiliki pekerjaan yang sesuai dengan passion adalah sesuatu yang menyenangkan. Tapi, tidak mungkin juga mengandalkan pendapatan dari hobi. Mencari pekerjaan sampingan pun tetap diperlukan untuk menambah pendapatan.
Lalu, apa lagi, ya?
Berikut ini adalah empat saran karier yang sebaiknya dihindari demi keberlangsungan karier menurut CheatSheet, ditulis Rabu 21 September 2016.
1. Ikuti Passion
Ini adalah saran yang buruk jika “ ditelan” mentah-mentah. Memang memiliki pekerjaan yang sesuai dengan minat adalah sesuatu yang menyenangkan. Tapi, perlu diingat, ada kalanya hobi tidak bisa menghasilkan pundi-pundi uang sesuai dengan yang diharapkan. Lebih baik mencari pekerjaan lain untuk sampingan. Sebut saja fotogragfi. Fotografi ini adalah hobi yang mengagumkan. Banyak orang yang sukses menjadikan hobi ini sebagai karier dan tak sedikit pula yang tak bisa menghasilkan banyak uang dari fotografi.
2. Jangan Menetap
Jika mendapatkan saran ini, lebih baik jangan langsung diterima. Lebih baik sesuaikan dengan kondisi pekerjaan saat ini. Jika merasa ada penurunan kinerja atau mendapat perlakuan buruk dari kantor, tak ada salahnya untuk hengkang. Tapi, jika kondisinya bisa diperbaiki, urungkan niat tersebut.
3. Sekolah lagi
Beberapa pekerjaan membutuhkan gelar spesialis. Jika menginginkan pekerjaan dengan tingkat akademis yang lebih tinggi, it’s okay untuk kembali ke bangku kuliah. Sebaliknya, jika nyaman dengan pekerjaan Anda dan pekerjaan itu tak memerlukan gelar yang lebih tinggi untuk “ naik tingkat”, lebih baik opsi kembali ke sekolah tidak perlu diambil.
Gelar pendidikan memang penting di dunia karier, tapi pengalaman jauh lebih penting. Banyak orang yang menginginkan lebih banyak pengalaman. Jika Anda memilih melepas karier dan melanjutkan studi, padahal punya kompetensi untuk bersaing, hasilnya adalah Anda akan menjadi seseorang yang jobless.
4. Jangan ambil risiko
Ada beberapa risiko yang sebaiknya dihindari untuk keberlangsungan karier. Sebut saja digosipkan rekan kerja atau diperlakukan tidak adil oleh bos.
Tapi, jangan salah, risiko juga bermanfaat bagi jenjang karier. Jika hanya bekerja dengan tenang dan tidak pernah menunjukkan kemampuan di hadapan pimpinan, karier akan berada di tempat itu-itu saja. Beranilah untuk mencoba untuk mengambil proyek baru. Coba daftar untuk promosi (tapi pastikan masuk ke dalam kualifikasi). Hadiri loka karya dan temui orang-orang baru. Lebih banyak risiko karier yang sehat yang diambil, lebih baik pula kehidupan karier yang didapat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya