Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Yuk, Jadi Orang Yang Bersabar Dalam Berkarier.
Dream – Sahabat Dream, orangtua selalu mengajarkan perbuatan baik dalam kehidupan, misalnya kesabaran. Mereka kerap meminta kita untuk bersabar ketika menunggu antrean naik kereta mainan anak.
Nah, pelajaran sabar ini juga bermanfaat bagi kehidupan karier. Misalnya, tidak terlalu menuntut ketika mendapatkan promosi baru dari atasan. Atau, sabar ketika menunggu giliran untuk promosi jabatan.
Mengapa? Kalau bersikap tidak sabar, nantinya Sahabat Dream akan menemui masalah dalam berkarier. Tak percaya?
Dilansir dari The Muse, Jumat 10 November 2017, ada tiga alasan mengapa sikap tidak sabaran ini patut dihindari dalam berkarier.

Pertama, Sahabat Dream akan terluka ketika berharap terlalu tinggi. Ya, meniti karier ini merupakan sebuah proses dan proses ini yang harus dinikmati. Kalau tidak sabaran, Sahabat Dream malah merasakan karier berjalan sangat lambat. Ketika ingin lekas mencapai puncak, yang terlontar dari mulut ketika karier berjalan lambat adalah “ gini doang?.
Yang kedua, sikap tidak bisa bersabar ini akan melukai Anda ketika terlalu cepat bereaksi. Misalnya, setelah mendapatkan e-mail dari klien, Anda langsung mem-follow up e-mail mereka. Dua hari kemudian, Sahabat Dream langsung mengetikkan e-mail untuk memastikan klien akan menerima surat elektronik Anda.
Hei! jangan terlalu terburu-buru. Klien Anda punya urusan di luar membalas pesan yang dikirimkan. Bisa jadi mereka sedang sibuk. Jika terus-menerus mengirimkan e-mail dan tidak bersabar, klien akan berpikir negatif tentang Anda.

Terakhir, rasa tidak sabaran ini akan mengganggu Anda jika ingin hengkang dari kantor, sementara Anda belum siap. Lebih baik mempersiapkan diri sebelum keluar dari perusahaan tempat bekerja.
Misalnya, membekali diri dengan keterampilan yang cukup. Yang paling penting, mendapatkan pekerjaan baru terlebih dahulu. Jangan sampai belum dapat pekerjaan baru, eh, sudah keluar duluan. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya